- Mobil dinas Gubernur Kaltim senilai Rp8,5 miliar ternyata masih menjadi perbincangan.
- Meski penggunaan kendaraan itu dibatalkan, Presiden Prabowo sempat mengkritiknya.
- Menurut LHKPN, harta kekayaan Gubernur Rudy Mas'ud mencapai ratusan miliar.
SuaraKaltim.id - Polemik mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud masih menjadi perbincangan meski kendaraan senilai Rp8,5 miliar tersebut sudah dikembalikan.
Bukan tanpa sebab, pengadaan mobil dinas Gubernur Kaltim disorot lantaran dilakukan di tengah efisiensi anggaran pemerintah pusat dan daerah.
Bahkan Presiden Prabowo Subianto turut menyinggung mobil miliaran pejabat daerah, sementara infrastruktur desa dalam keadaan memprihatinkan.
Sejalan dengan itu, kepemimpinan Rudy Mas'ud di provinsi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) turut menuai perhatian, termasuk harta kekayaannya.
Lantas berapakah harta kekayaan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud?
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru yang dilaporkan pada 20 Maret 2025, politikus Partai Golkar ini tercatat memiliki kekayaan bersih sebesar Rp166,5 miliar.
Angka tersebut didapat berdasarkan sisa total aset bruto yang dipotong oleh kewajiban utang senilai Rp112,6 miliar.
Salah satu instrumen kekayaan terbesar Rudy Mas'ud terletak pada aset properti atau tanah dan bangunan. Total nilai aset tidak bergerak ini mencapai Rp26,5 miliar.
Berdasarkan laporan resmi, berikut adalah sebaran lokasi rumah dan tanah milik Gubernur Rudy:
Rudy memiliki tiga aset besar di kawasan elite Jakarta Selatan. Salah satu rumah tinggalnya ditaksir bernilai Rp15 miliar, sementara dua properti lainnya masing-masing bernilai Rp6,2 miliar dan Rp250,5 juta.
Di Samarinda, Rudy Mas'ud memiliki aset tanah dan bangunan senilai Rp3 miliar. Penajam Paser Utara, mempunyai lahan seluas 100.000 meter persegi (10 hektare) senilai Rp2,05 miliar.
Koleksi mobil pribadi yang dilaporkan Rudy Mas'ud justru tergolong "sederhana" untuk ukuran seorang pejabat kaya.
Beliau melaporkan tiga unit mobil lama, yaitu Honda CRV (2010), Honda Freed (2008), dan Suzuki X-Over (2007) dengan total nilai hanya Rp250 juta.
Hal inilah yang menjadi dasar argumen Rudy saat membela rencana pengadaan mobil dinas Rp8,5 miliar.
Ia mengaku selama ini masih menggunakan mobil pribadi untuk kegiatan kedinasan dan merasa perlu ada kendaraan yang lebih representatif untuk menyambut tamu-tamu global di wilayah IKN.
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Kala Dinasti Politik Rudy Mas'ud Jadi Omongan, Bermula dari Mobil Dinas Mewah
-
Mobil Dinas Mewah Disindir Prabowo, Rudy Mas'ud Ternyata Punya Harta Ratusan Miliar
-
Empang Baru Melaju sebagai Desa Produktif Berbasis Kolaborasi dan Inovasi
-
Dari Keterbatasan Jadi Inspirasi, Banyuanyar Sukses Bangun Desa Masa Depan Berkat BRI
-
Sempat Jadi Omongan, Gubernur Rudy Mas'ud Kenalkan sang Istri sebagai Noni Belanda