- Sosok Rudy Mas'ud bukan hanya dikenal sebagai Gubernur Kalimantan Timur.
- Sebelum terjun ke dunia politik, Rudy mempunyai jejak panjang di sektor energi.
- Dia terlibat dalam berbagai perusahaan penyimpanan BBM hingga logistik migas.
SuaraKaltim.id - Rudy Mas'ud tak hanya dikenal sebagai Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), tetapi juga memiliki rekam jejak panjang di sektor energi sebelum masuk ke dunia politik.
Hampir dua dekade, Rudy tercatat terlibat dalam berbagai perusahaan yang bergerak di bidang penyimpanan bahan bakar, logistik migas, hingga layanan pendukung industri minyak dan gas.
Sebelum aktif di politik, Rudy mengembangkan bisnisnya melalui sejumlah entitas yang terhimpun dalam Barokah Perkasa Group.
Kelompok usaha ini menaungi berbagai lini bisnis di sektor energi dan industri penunjang, mulai dari transportasi bahan bakar, pembangunan fasilitas penyimpanan, hingga layanan logistik untuk kebutuhan migas.
Struktur bisnis yang dibangun menunjukkan pola integrasi dalam rantai industri energi.
Kegiatannya mencakup berbagai tahapan, mulai dari distribusi bahan bakar, pengelolaan terminal penyimpanan, hingga dukungan logistik bagi operasional migas.
Sektor ini umumnya membutuhkan infrastruktur khusus dan berada dalam pengawasan regulasi yang ketat.
Dalam jaringan usaha tersebut, Rudy Mas'ud menempati sejumlah posisi penting.
Ia pernah menjabat sebagai Executive Chairman PT Barokah Bersaudara Perkasa pada periode 2000–2018, serta Direktur Utama PT Barokah Gemilang Perkasa dari 2008 hingga 2018.
Selain itu, ia juga tercatat sebagai komisaris di sejumlah perusahaan, seperti PT Istana Gemilang Perkasa, PT Mashud Bersaudara Internasional, PT Cakra Buanamas Utama, PT Barokah Agro Perkasa, dan PT Eissu Prima Usaha.
Di beberapa perusahaan, ia juga sempat menjabat sebagai direktur utama, di antaranya PT Cakra Buanamas Utama dan PT Eissu Prima Usaha.
Sebagian besar jabatan tersebut berakhir pada 2018 lalu.
Sejumlah perusahaan dalam jaringan tersebut berperan di sektor penyimpanan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM).
PT Cakra Buanamas Utama, misalnya, beroperasi sebagai penyedia fasilitas penyimpanan BBM di Berau, Kaltim.
Fasilitas ini menjadi bagian dari rantai distribusi energi yang menghubungkan pasokan dari pemasok utama dengan kebutuhan di daerah.
Sementara itu, PT Eissu Prima Usaha mengelola tangki penyimpanan BBM serta dermaga khusus untuk kapal tanker di Pelabuhan Paumako, Timika, Papua.
Fasilitas tersebut dimanfaatkan oleh PT Pertamina (Persero) untuk mendukung distribusi bahan bakar di wilayah tersebut.
Di sektor pendukung, PT Mashud Bersaudara Internasional (MASBRO) menyediakan layanan bagi industri minyak dan gas, seperti fasilitas shorebase, terminal tangki, serta dukungan logistik operasional.
Layanan shorebase umumnya digunakan untuk menunjang aktivitas eksplorasi dan produksi migas, khususnya di wilayah lepas pantai.
Selain energi, terdapat pula entitas usaha lain dalam jaringan tersebut yang bergerak di sektor berbeda, seperti PT Barokah Agro Perkasa yang dikaitkan dengan bidang perkebunan, meskipun informasi terkait aktivitasnya masih terbatas.
Secara umum, jaringan usaha yang pernah dikelola Rudy Mas'ud menunjukkan keterlibatan di berbagai lini bisnis energi, mulai dari transportasi bahan bakar, penyimpanan, hingga layanan pendukung industri migas.
Sektor ini merupakan salah satu sektor strategis yang berperan penting dalam perekonomian, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Setelah menempuh perjalanan panjang di dunia usaha, Rudy Mas'ud kemudian beralih ke dunia politik. Peralihan ini menandai perubahan perannya dari pelaku bisnis menjadi kepala daerah.
Sebagai Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud juga melaporkan harta kekayaannya melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Berdasarkan laporan terakhir per Maret 2025, total kekayaan bersihnya mencapai sekitar Rp166,5 miliar setelah dikurangi kewajiban utang.
Dalam laporan tersebut, aset yang dimiliki mencakup tanah dan bangunan di sejumlah wilayah, seperti Jakarta Selatan, Samarinda, dan Penajam Paser Utara, dengan total nilai sekitar Rp26,5 miliar.
Ia juga melaporkan kepemilikan kas dan setara kas serta aset lainnya dalam jumlah signifikan. Untuk kategori kendaraan, tercatat tiga unit mobil dengan nilai total sekitar Rp250 juta.
LHKPN sendiri merupakan instrumen transparansi yang wajib dilaporkan oleh penyelenggara negara guna memberikan gambaran terkait kepemilikan aset.
Hingga kini, belum terdapat informasi publik yang menunjukkan keterlibatan langsung Rudy Mas'ud dalam pengelolaan perusahaan-perusahaan tersebut setelah 2018 lalu.
Meski demikian, rekam jejak bisnis tersebut memberikan gambaran mengenai latar belakang profesionalnya sebelum menjabat sebagai Gubernur Kaltim.
Jejak tersebut sekaligus menunjukkan kedekatannya dengan sektor energi, yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian Benua Etam.
Kontributor: Giovanni Gilbert
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Keterlibatan Keluarga Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud di Berbagai Posisi Strategis
-
Mengenal Jaringan Bisnis Energi yang Pernah Dikelola Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud
-
Heboh Renovasi Rumah Dinas Gubernur Rp25 M, Pemprov Kaltim Buka Suara
-
3 Rekomendasi Mobil Listrik Paling Murah 2026, Cocok buat Harian
-
BRI Tembus Global 500 Brand Finance, Bukti Transformasi dan Rebranding Berhasil