- Dewan Penasehat Tim Ahli Gubernur Kaltim, Bambang Widjojanto mengomentari aksi 21 April.
- Bambang mengingatkan, jangan sampai unjuk rasa tersebut ditunggangi berdalih suara rakyat.
- Dia mencium upaya sengaja untuk mengemas gerakan seolah-olah murni sebagai aspirasi rakyat.
SuaraKaltim.id - Rencana demo 21 April yang digagas Aliansi Rakyat Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat tanggapan Dewan Penasehat Tim Ahli Gubernur Kaltim, Bambang Widjojanto.
Melalui pernyataan di kanal YouTube pribadinya, dia menilai gelombang aksi tersebut diduga kuat sebagai bentuk residu politik pasca-Pilgub Kaltim 2024.
"Rencana demonstrasi pada 21 April di Kalimantan Timur disebut sengaja dikemas seolah-olah sebagai suara rakyat. Padahal, proses Pilgub 2024 telah selesai dan masyarakat sudah menentukan pilihannya," ujar Bambang seperti dikutip dari Kaltimtoday--jaringan Suara.com, Sabtu (18/4/2026).
Mantan Wakil Ketua KPK itu mencium adanya upaya sengaja untuk mengecoh publik dengan mengemas gerakan tersebut seolah-olah murni sebagai aspirasi rakyat.
Bambang menduga hal tersebut merupakan sisa-sisa pertarungan politik yang belum usai dari kontestasi demokrasi yang lalu.
Meski demikian, Bambang menegaskan bahwa suara kritis yang otentik, khususnya dari kalangan mahasiswa yang benar-benar mewakili kepentingan masyarakat, tetap harus dihormati.
Namun, dia mempertanyakan motif di balik mobilisasi yang mengarah pada narasi pemakzulan kepala daerah terpilih.
Menurutnya, isu-isu seperti anggaran hingga fasilitas pejabat publik sengaja diangkat oleh kelompok tertentu untuk membangun narasi kegaduhan.
Bambang menilai tindakan memaksakan narasi pemakzulan sebagai bentuk delegitimasi terhadap proses demokrasi yang sah dan berpotensi memicu kekacauan politik berkepanjangan.
"Dengan demikian, mobilisasi yang terjadi bukanlah aspirasi murni. Alih-alih memperkuat kontrol publik, langkah seperti ini justru berpotensi memicu kekacauan politik yang berkepanjangan," tegasnya.
Bambang meminta masyarakat untuk tetap bersikap kritis dalam menyikapi situasi ini.
Ia menekankan bahwa aksi dalam skala besar tidak mungkin terjadi tanpa adanya aktor dan orkestrasi yang mengaturnya di belakang layar.
"Pertanyaan kuncinya, apakah benar rakyat kecil yang diuntungkan, atau justru elite yang belum menerima kekalahan politiknya?" tegasnya.
1.700 personel gabungan disiagakan
Sementara Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, memastikan kesiapan pengamanan menjelang aksi penyampaian aspirasi yang dijadwalkan berlangsung pada 21 April 2026 di Samarinda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng
-
Sudah Terjadi Sejak 2009, Warga Berau Geram Pemadaman Listrik Kembali Berlanjut
-
Kebakaran Lahan di Tol Samarinda-Balikpapan, Petugas Terkendala Pasokan Air