- Massa aksi 21 April di Samarinda mulai bergerak ke lokasi unjuk rasa, Selasa (21/4/2026).
- Perwakilan massa menyinggung soal Kantor Gubernur Kaltim yang dipasangi kawat berduri.
- Menurutnya, keberadaan kawat berduri tidak akan menyurutkan menyampaikan aspirasi.
SuaraKaltim.id - Kawasan Islamic Center Samarinda mulai dipadati massa aksi 21 April yang rencananya akan menyampaikan aspirasi ke Kantor DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kantor Gubernur.
Humas demo 21 April, Bella Monica mengatakan massa yang berkumpul berasal dari kelompok masyarakat dan organisasi, sementara mahasiswa berbagai kampus mulai bergerak menuju ke lokasi unjuk rasa.
Bella menyinggung kondisi di Kantor Gubernur Kaltim yang telah dipasangi pagar kawat berduri. Ia menyebut pemasangan tersebut tidak memengaruhi sikap massa aksi.
"Jujur itu nggak nakutin mahasiswa dan nggak nakutin teman-teman massa dan nggak akan menggetarkan kita atau menggoyahkan kita," ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Menurut Bella, keberadaan pengamanan tambahan tersebut tidak membuat massa merasa terintimidasi.
Ia menegaskan bahwa tujuan aksi tetap untuk menyampaikan aspirasi dan kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah.
Bella menilai bahwa langkah pengamanan tersebut justru memperlihatkan respons pemerintah terhadap kritik yang disampaikan oleh masyarakat. Dalam pandangannya, hal itu tidak mengubah sikap massa yang tetap berkomitmen melanjutkan aksi.
"Karena memang tujuannya di sini adalah kita ingin meluapkan rasa kecewa kita. Dengan cara begitu, malah memperlihatkan kepada kita bahwasanya gubernur memang tidak melaksanakan kebijakannya dengan benar dan itu bukan membuat dia kelihatan jadi benar malah kelihatan jadi makin salah gitu," ujarnya.
Lebih lanjut, Bella menegaskan kondisi pengamanan di kantor gubernur tak memengaruhi rencana aksi. Massa tetap berkumpul dan menunggu kedatangan peserta lain, khususnya dari kalangan mahasiswa.
"Jadi saya rasa itu enggak membuat kita jadi takut. Jadi ya itulah pandangan untuk pagar-pagar tidak jelas yang ada di gubernur itu," tegasnya.
Bella membeberkan, massa aksi dijadwalkan datang dari sejumlah daerah lain, termasuk Tenggarong dan wilayah di luar Samarinda.
Sementara itu, kelompok mahasiswa saat ini akan datang dari GOR Universitas Mulawarman pada 27 September.
Para mahasiswa dari Universitas Mulawarman direncanakan akan menjemput peserta dari kampus lain sebelum bergerak bersama menuju Islamic Center.
"Untuk mahasiswa sekarang lagi berkumpul di GOR Unmul 27 September. Nanti teman-teman bakal menjemput teman-teman dari universitas lain," lanjutnya.
Bella menjelaskan bahwa mahasiswa dari Universitas Mulawarman akan berkoordinasi dengan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Kaltim, Universitas Widya Gama Mahakam, dan berbagai kampus lainnya. Setelah itu, mereka akan bergerak secara bersama sama menuju titik kumpul utama.
Berita Terkait
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
Terkini
-
37 Orang Ditangkap Terkait Dugaan Pencurian Kabel Modus Gali Jalan di Samarinda
-
Empat Bocah Selamatkan Bekantan, BKSDA Samarinda Sampaikan Terima Kasih
-
Asap Karhutla Kuning Masih Selimuti Palangkaraya, Ganggu Jarak Pandang
-
Pria di Samarinda Ngamuk Tak Dibelikan Motor, Ancam Orang Tua Pakai Parang
-
Pria 56 Tahun di Samarinda Ditemukan Bersimbah Darah, Lengan Nyaris Putus