- Unjuk rasa menyoroti kebijakan Gubernur Rudy Mas'ud bakal digelar 21 April 2026.
- Massa aksi diminta tetap memperhatikan kepentingan umum dengan tidak menutup jalan.
- Dinas Perhubungan Kaltim akan berupaya agar massa tidak menutup jalan secara total.
SuaraKaltim.id - Aksi unjuk rasa menyoroti kebijakan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud bakal berlangsung pada 21 April 2026.
Dinas Perhubungan Kaltim meminta massa tetap memperhatikan kepentingan umum dengan tidak menutup jalan. Kemungkinan akses jalan kota dipadati massa demo 21 April.
Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Kaltim, Heru Santosa menyebut rencananya massa akan kumpul di Kantor DPRD Provinsi kemungkinan bergeser ke Kantor Gubernur Kaltim.
"Infonya cuma kumpulnya di kantor DPRD, tapi apakah akan menuju kantor Gubernur belum tau," ujarnya dikutip dari Kaltimtoday--jaringan Suara.com, Jumat (17/4/2026).
Informasinya ribuan massa Aliansi Rakyat Kaltim akan turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka terkait sejumlah kebijakan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.
Heru menyatakan, pihaknya akan berupaya agar massa tidak menutup jalan secara total, terutama di depan Kantor Gubernur. Ia ingin memastikan aktivitas warga tidak terhenti total gara-gara adanya blokade jalan.
"Ya intinya kita upayakan tidak ada nutup jalan, poinnya kan gitu. Jadi contoh jalan depan gubernur itu sudah dua jalur, kalau satu terpakai ya satu tidak boleh ditutup, harusnya begitu," terangnya.
Dinas Perhubungan akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mendalami detail aksi guna menyiapkan langkah antisipasi di jalan raya.
Heru juga menyampaikan aspirasi adalah hak yang sah, namun kepentingan masyarakat luas dalam menggunakan fasilitas publik juga wajib dihormati agar tidak ada yang merasa dirugikan.
"Silakan menyampaikan aspirasinya, tetapi juga mempertimbangkan kepentingan umum," tutupnya.
Polresta Samarinda lakukan rekayasa lalu lintas
Satlantas Polresta Samarinda menyiapkan skema pengalihan lalu lintas di kawasan Kantor DPRD Kaltim pada pagi hari, serta berlanjut ke sekitar Kantor Gubernur Kaltim pada siang hingga sore hari.
"Karena ada pergerakan massa di dua titik itu, tentu akan berdampak pada arus lalu lintas. Kami sudah siapkan rekayasa untuk meminimalisir kepadatan," kata Kasatlantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo, Minggu (19/4/2026).
Menurutnya, pagi hari, arus kendaraan di depan DPRD Kaltim akan dialihkan mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WITA.
La Ode mengungkapkan, pengendara diminta menghindari jalur utama tersebut dan menggunakan rute alternatif yang telah disiapkan petugas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng
-
Sudah Terjadi Sejak 2009, Warga Berau Geram Pemadaman Listrik Kembali Berlanjut
-
Kebakaran Lahan di Tol Samarinda-Balikpapan, Petugas Terkendala Pasokan Air