Eko Faizin
Sabtu, 25 April 2026 | 12:29 WIB
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud. [IG Pemprov Kaltim]
Baca 10 detik
  • Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menanggapi soal adiknya yang masuk Tim Ahli Gubernur.
  • Rudy mencontohkan jika peran sang adik sama seperti Hashim dan Presiden Prabowo.
  • Adik Gubernur ditugaskan di tim ahli sebagai pengganti untuk mengurus hal-hal privasi.

SuaraKaltim.id - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud menanggapi perihal pro kontra kehadiran adiknya, Hijrah Mas'ud menjadi salah satu Tim Ahli Gubernur.

Rudy Mas'ud menganalogikan peran Hijrah Mas'ud dengan Hashim Djojohadikusumo di sisi Presiden Prabowo Subianto. Hashim diketahui merupakan adik Prabowo.

Rudy menambahkan jika Hijrah Mas'ud ditugaskan dalam tim ahli sebagai penggantinya lantaran untuk mengurus hal-hal privasi.

"Misalkan ada logistik atau mandat-mandat yang tak bisa diwakilkan. Dia ada di situ menggantikan saya," terang Gubernur Kaltim, Kamis (23/4/2026).

Dalam konferensi pers, Gubernur Rudy mengungkapkan bahwa penunjukan Hijrah Mas'ud merupakan hak prerogatif dirinya. Dia mencontohkan keberadaan Hashim Djojohadikusumo dan Presiden Prabowo.

"Apa bedanya Pak Hasyim dengan Bapak Presiden, itu memang hak prerogatif," kata politisi Golkar tersebut.

Rudy menganggap jika keyakinannya itu tidak perlu dipersoalkan sebab selama ini adiknya seringkali mendampingi, terutama saat ia berada di Jakarta.

"Kecuali Bu Hijrah tiba-tiba menjadi ASN, dilantik menjadi kepala dinas. Loh ini nggak melalui proses, nah itu salah," ungkapnya.

Diketahui, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud terus menuai sorotan lantaran kebijakannya yang dinilai tidak pro rakyat.

Dia menjadi perbincangan perihal mobil dinas Rp8,5 miliar, anggaran rumah jabatan yang mencapai Rp25 miliar hingga peran keluarga dalam dinasti politik.

Bahkan pada 21 April lalu, ribuan massa yang terdiri dari masyarakat dan mahasisw menggelar aksi memprotes kebijakannya di Gedung DPRD provinsi dan Kantor Gubernur Kaltim.

Load More