- Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menanggapi soal adiknya yang masuk Tim Ahli Gubernur.
- Rudy mencontohkan jika peran sang adik sama seperti Hashim dan Presiden Prabowo.
- Adik Gubernur ditugaskan di tim ahli sebagai pengganti untuk mengurus hal-hal privasi.
SuaraKaltim.id - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud menanggapi perihal pro kontra kehadiran adiknya, Hijrah Mas'ud menjadi salah satu Tim Ahli Gubernur.
Rudy Mas'ud menganalogikan peran Hijrah Mas'ud dengan Hashim Djojohadikusumo di sisi Presiden Prabowo Subianto. Hashim diketahui merupakan adik Prabowo.
Rudy menambahkan jika Hijrah Mas'ud ditugaskan dalam tim ahli sebagai penggantinya lantaran untuk mengurus hal-hal privasi.
"Misalkan ada logistik atau mandat-mandat yang tak bisa diwakilkan. Dia ada di situ menggantikan saya," terang Gubernur Kaltim, Kamis (23/4/2026).
Dalam konferensi pers, Gubernur Rudy mengungkapkan bahwa penunjukan Hijrah Mas'ud merupakan hak prerogatif dirinya. Dia mencontohkan keberadaan Hashim Djojohadikusumo dan Presiden Prabowo.
"Apa bedanya Pak Hasyim dengan Bapak Presiden, itu memang hak prerogatif," kata politisi Golkar tersebut.
Rudy menganggap jika keyakinannya itu tidak perlu dipersoalkan sebab selama ini adiknya seringkali mendampingi, terutama saat ia berada di Jakarta.
"Kecuali Bu Hijrah tiba-tiba menjadi ASN, dilantik menjadi kepala dinas. Loh ini nggak melalui proses, nah itu salah," ungkapnya.
Diketahui, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud terus menuai sorotan lantaran kebijakannya yang dinilai tidak pro rakyat.
Dia menjadi perbincangan perihal mobil dinas Rp8,5 miliar, anggaran rumah jabatan yang mencapai Rp25 miliar hingga peran keluarga dalam dinasti politik.
Bahkan pada 21 April lalu, ribuan massa yang terdiri dari masyarakat dan mahasisw menggelar aksi memprotes kebijakannya di Gedung DPRD provinsi dan Kantor Gubernur Kaltim.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng
-
Sudah Terjadi Sejak 2009, Warga Berau Geram Pemadaman Listrik Kembali Berlanjut
-
Kebakaran Lahan di Tol Samarinda-Balikpapan, Petugas Terkendala Pasokan Air
-
37 Orang Ditangkap Terkait Dugaan Pencurian Kabel Modus Gali Jalan di Samarinda
-
Empat Bocah Selamatkan Bekantan, BKSDA Samarinda Sampaikan Terima Kasih