Suhardiman
Senin, 27 April 2026 | 12:44 WIB
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud. [IG Pemprov Kaltim]
Baca 10 detik
  • Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas'ud melarang keterlibatan keluarga dalam posisi strategis pemerintahan daerah mulai 28 April 2026.
  • Kebijakan ini diambil sebagai langkah transparansi menyusul kritik publik terhadap penunjukan anggota keluarga dalam peran struktural pemerintah.
  • Rudi Mas'ud juga menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan sebelumnya yang dianggap menimbulkan multitafsir terkait pimpinan di tingkat nasional.

SuaraKaltim.id - Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Mas’ud mengambil kebijakan dengan meniadakan keterlibatan keluarga dalam posisi strategis di lingkungan Pemprov Kaltim.

Keputusan itu diumumkan di tengah sorotan publik terhadap polemik renovasi rumah jabatan hingga penunjukan anggota keluarga dalam peran struktural yang memicu pertanyaan besar.

"Mulai esok, kami meniadakan keterlibatan keluarga dalam peran struktural yang berhubungan langsung dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur," katanya dilihat dari unggahan video di akun Instagram @h.rudymasud, Senin, 27 April 2026.

"Termasuk (posisi) wakil ketua tim ahli gubernur untuk percepatan pembangunan," sambungnya.

Rudi mengaku seluruh kebijakan ke depan akan diarahkan pada peningkatan transparansi dan akuntabilitas.

"Kami juga akan membuka ruang transparansi yang lebih luas agar setiap kebijakan bisa dipahami dan diawasi bersama," ujarnya.

"Masukan dan kritik yang disampaikan masyarakat saya terima sebagai bentuk kepedulian dan cinta terhadap Kalimantan Timur," lanjutnya.

Rudi juga memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang sempat membawa-bawa pimpinan di tingkat nasional hingga memicu beragam penafsiran di masyarakat.

Ia menyampaikan permohonan maaf atas dan mengaku tidak ada maksud untuk membandingkan pihak mana pun.

"Terkait pernyataan saya sebelumnya yang dikaitkan dengan pimpinan di tingkat nasional dan menimbulkan penafsiran yang kurang tepat, saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya dan sedalam-dalamnya," cetusnya.

"Saya menegaskan tidak ada maksud sedikitpun untuk membawa atau membandingkan pihak manapun dalam konteks yang tidak semestinya," katanya.

Ke depan dirinya akan lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan kepada publik.

"Ke depan saya akan lebih berhati-hati dalam bertutur kata agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru. Saya berkomitmen untuk bekerja lebih teliti, lebih peka, apa yang menjadi prioritas bagi masyarakat Kalimantan Timur," katanya.

Load More