- Gerindra Kaltim memberikan catatan terkait kinerja Gubernur Rudy Mas'ud.
- Catatan Gerindra Kaltim ini disebut sebagai bentuk tanggung jawab dalam koalisi.
- Ada 3 hal yang menjadi perhatian Gerindra Kaltim, isu nepotisme hingga anggaran.
SuaraKaltim.id - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud terus menjadi sorotan seiring dengan polemik kebijakannya soal mobil dinas, anggaran rumah jabatan hingga isu dinasti politik.
Bahkan pada 21 April lalu, massa dari masyarakat dan mahasiswa menggelar unjuk rasa memprotes kebijakan Pemprov di Kantor Gubernur dan Gedung DPRD Kaltim.
Kini giliran Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kaltim, Agus Suwandy menyampaikan kritikan terhadap Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud.
"Kondisi yang tidak kondusif tentu berdampak pada kerja-kerja pemerintahan. Kami ingin semua fokus untuk kepentingan masyarakat Kaltim," ujarnya dilansir dari Kaltimtoday--jaringan Suara.com.
Catatan Gerindra Kaltim ini disebut sebagai bentuk tanggung jawab dalam koalisi untuk memastikan jalannya pemerintahan tetap sehat di tengah sorotan publik.
Agus menegaskan bahwa hubungan politik antara Partai Gerindra dan Partai Golkar masih berada dalam satu barisan sejak mengusung pasangan Rudy Mas'ud-Seno Aji pada Pilgub Kaltim 2024.
Oleh sebab itu, menurutnya, penyampaian kritik merupakan bagian dari upaya menjaga jalannya pemerintahan tetap sehat dan terkendali.
Agus menilai dinamika politik yang terus memanas belakangan ini berpotensi mengganggu kinerja pemerintah daerah.
Dia mengingatkan bahwa roda pemerintahan tidak hanya berada di tangan eksekutif, tetapi juga melibatkan legislatif yang harus berjalan selaras.
Dalam penyampaiannya, Agus menguraikan tiga isu utama yang perlu mendapat perhatian gubernur. Pertama, ia menyoroti tuntutan publik terkait dugaan praktik nepotisme.
Menurutnya, persepsi mengenai menguatnya pengaruh lingkaran keluarga dalam pemerintahan menjadi salah satu pemicu aksi demonstrasi masyarakat beberapa waktu lalu. Ia menilai hal ini perlu segera direspons agar tidak memperluas ketidakpercayaan publik.
Kedua, Gerindra mendorong evaluasi terhadap penggunaan anggaran daerah. Agus menyinggung polemik pengadaan mobil dinas mewah serta renovasi rumah jabatan yang dinilai memicu kritik masyarakat.
Ia menekankan pentingnya penentuan skala prioritas agar belanja daerah benar-benar berdampak langsung bagi warga.
Sebagai perbandingan, ia menyebut DPRD juga telah melakukan peninjauan ulang terhadap sejumlah pos anggaran, termasuk pengadaan kendaraan dinas di lingkungan legislatif.
Ketiga, Agus menyoroti komposisi Tim Ahli Gubernur yang dinilai belum banyak melibatkan sumber daya lokal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng