- Anggota DPRD Kaltim dari Partai Gerindra mengkritik pernyataan Gubernur Rudy Mas'ud.
- Gubernur Rudy Mas'ud menyamakan dirinya dengan sang adik seperti Prabowo dan Hashim.
- Pernyataan itu awalnya untuk menanggapi soal adik Rudy Mas'ud yang masuk Tim Ahli Gubernur.
SuaraKaltim.id - Pernyataan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud menganalogikan dirinya dengan sang adik yang masuk Tim Ahli Gubernur seperti Presiden Prabowo dan Hashim Djojohadikusumo menuai sorotan.
Anggota DPRD Kaltim dari Partai Gerindra, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, mendesak Gubernur Rudy Mas'ud segera mencabut pernyataan tersebut.
Afif menilai contoh yang disampaikan Gubernur Kaltim mengandung distorsi logika dan penyesatan etika publik, terutama karena membandingkan posisi Hasyim dengan pihak dalam struktur pemerintahan daerah.
"Nggak etis dong. Itu distorsi logika dan penyesatan etika publik, dan enggak pantas serta sangat fatal konsekuensinya," ujarnya kepada Presisi--jaringan Suara.com, belum lama ini.
Afif menegaskan, perbandingan tersebut tidak tepat karena Hashim tidak pernah terlibat dalam struktur pemerintahan Presiden Prabowo.
"Pak Hasyim tidak masuk dalam struktur pemerintahan dan tidak digaji oleh negara. Jadi jelas berbeda, tidak apple to apple," ungkap dia.
Lebih lanjut, Afif juga menyoroti bahwa hubungan keluarga tidak boleh menjadi dasar dalam pemberian jabatan publik.
Ia mengingatkan adanya potensi konflik kepentingan jika anggota keluarga ditempatkan dalam lingkup kekuasaan kepala daerah.
"Hubungan keluarga Presiden tidak boleh menjadi dasar pemberian jabatan publik di daerah," tegasnya.
Sebagai kader Partai Gerindra, Afif mengaku tersinggung dengan pernyataan gubernur tersebut dan menilainya telah melampaui batas.
"Saya sebagai kader Gerindra dan anggota DPRD Kaltim menyatakan bahwa keterangan gubernur itu merupakan penghinaan dan tindakan yang sangat melampaui batas," ucapnya.
Ia pun secara tegas mendesak gubernur untuk mencabut pernyataan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
"Saya mendesak gubernur untuk mencabut pernyataannya dalam waktu sesingkat-singkatnya dan meminta maaf secara terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Hasyim Djojohadikusumo," katanya.
Menurut Afif, pernyataan tersebut sudah keliru sejak awal tanpa perlu melihat keseluruhan konteks.
"Enggak perlu didengar sampai akhir, menyamakan posisi itu saja sudah salah," tegasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng
-
Sudah Terjadi Sejak 2009, Warga Berau Geram Pemadaman Listrik Kembali Berlanjut