Eko Faizin
Kamis, 30 April 2026 | 10:21 WIB
TRC PPA saat pernah mengunjungi kediaman almarhum di Samarinda. [Ist]
Baca 10 detik
  • Seorang ibu rumah tangga di Samarinda, Ratnasari mengisahkan cerita sedihnya.
  • Sang anak yang masih duduk di bangku SMK meninggal akibat memakai sepatu sempit.
  • Ratnasari pun menyoroti keterbatasan bantuan saat proses pemakaman anaknya.

Dia mengungkap kronologi sakit yang dialami anaknya hingga akhirnya meninggal. Selama hampir dua pekan pertama, kondisi kaki anaknya tidak menunjukkan pembengkakan.

Meski merasakan sakit, korban tetap menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk menjalani magang di sebuah pusat perbelanjaan.

Dalam aktivitas tersebut, korban lebih banyak berdiri dan hanya duduk saat waktu istirahat.

"Dia (korban) tidak banyak mengeluh. Nanti setelah pulang baru bilang kakinya sakit sekali," kata Ratnasari.

Sehari sebelum meninggal dunia, kondisi kaki korban dilaporkan membengkak. Penanganan awal yang dilakukan hanya berupa suntikan di sekitar tempat tinggalnya.

"Setelah disuntik, katanya sudah tidak sakit lagi," ujar Ratnasari.

Namun, kondisi korban tidak bertahan lama hingga akhirnya meninggal dunia keesokan harinya.

Load More