Ilustrasi seragam sekolah. [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Baca 10 detik
- Orangtua di Kalimantan Timur terpaksa menalangi pembelian seragam akibat keterlambatan distribusi bantuan pemerintah dalam dua tahun terakhir.
- Praktisi pendidikan Abdul Rozak menyatakan keterlambatan seragam berpotensi menimbulkan dampak sosial dan rasa tersisihkan bagi siswa di sekolah.
- Rozak mendorong pemerintah memangkas rantai distribusi serta melibatkan UKM penjahit lokal agar seragam siap saat tahun ajaran baru.
"Mata rantainya harus diputus. Setiap sekolah diberi otonomi bekerja sama dengan UKM yang ditunjuk. Ketika siswa daftar ulang, langsung diukur bajunya, jadi bisa cepet distribusinya," tegas Rozak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi
-
BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim
-
Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif
-
Kisah Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Bawa Cita Rasa Bubur Cirebon ke Taipei
-
Hadirkan BRImo Taiwan, BRI Raih Penghargaan Inovasi di IDX Channel 2026