- Kebakaran hutan dan lahan seluas 458 hektare melanda wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur hingga awal September 2026.
- Otorita Ibu Kota Nusantara memastikan titik api berada di kawasan penyangga luar dan berjarak 30 hingga 40 kilometer dari pusat pemerintahan.
- Tim satgas gabungan mengerahkan operasi darat dan pengeboman air udara untuk mengatasi kebakaran serta memperpanjang masa siaga darurat.
SuaraKaltim.id - Wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan luasan area terdampak mencapai 458 hektare.
Hingga awal September 2026, intensitas titik panas (hotspot) terpantau mulai melandai berkat upaya pemadaman masif.
Kendati memicu kerusakan vegetasi yang cukup luas, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memastikan sebaran api berada jauh di luar Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, menegaskan zona karhutla berada pada perimeter yang aman dari pusat pembangunan infrastruktur utama IKN.
"Titik-titik kebakaran itu jaraknya dari zona inti sekitar 30 sampai 40 kilometer, jadi cukup jauh. Upaya yang kita lakukan ini merupakan tindakan preventif agar tidak berkembang lebih jauh," katanya dikutip dari Kaltimtoday--jaringan Suara.com.
Sebagian besar area yang terbakar terkonsentrasi di kawasan penyangga luar, mencakup Bukit Tengkorak di Kabupaten Penajam Paser Utara serta Bukit Merdeka di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Penanganan kebakaran dilakukan lewat kolaborasi darat dan udara yang melibatkan tim satgas gabungan, yakni operasi darat dengan mengerahkan personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan Manggala Agni untuk memutus jalur bara api di lapisan gambut dan semak belukar kering.
Sedangkan operasi udara dengan mengintensifkan pengeboman air (water bombing) menggunakan armada helikopter bantuan BNPB guna menjangkau tebing dan lereng bukit yang sulit diakses jalur darat.
Untuk memastikan stabilitas kawasan, OIKN bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang jadwal siaga udara serta operasi water bombing.
Posko pemantauan dan patroli lapangan juga disiagakan penuh selama 24 jam guna mendeteksi serta memadamkan potensi titik api baru sebelum meluas ke koridor hijau IKN.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Empat Bocah Selamatkan Bekantan, BKSDA Samarinda Sampaikan Terima Kasih
-
Asap Karhutla Kuning Masih Selimuti Palangkaraya, Ganggu Jarak Pandang
-
Pria di Samarinda Ngamuk Tak Dibelikan Motor, Ancam Orang Tua Pakai Parang
-
Pria 56 Tahun di Samarinda Ditemukan Bersimbah Darah, Lengan Nyaris Putus
-
Minta Maaf, Ajudan Gubernur Kaltim yang Dinilai Arogan Tetap Diperiksa