- Empat personel pemadam kebakaran jatuh sakit setelah sebulan memadamkan karhutla di Muara Badak, Kutai Kartanegara.
- Dinas Pemadam Kebakaran Kukar mengirimkan dua belas personel tambahan untuk menggantikan dan memperkuat tim di lapangan.
- Kondisi petugas berangsur membaik berkat bantuan obat dari Puskesmas serta instruksi bupati dan dinas kesehatan.
SuaraKaltim.id - Sedikitnya empat personel pemadam dilaporkan tumbang setelah nyaris sebulan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar).
Kondisi fisik petugas tersebut terkuras setelah bekerja dalam cuaca panas, kepungan asap, hingga medan yang sulit dijangkau.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani membenarkan adanya sejumlah personel yang mengalami kelelahan maupun gangguan kesehatan.
"Mereka sudah main hampir satu bulan tanpa henti. Makanya kita kontrol dan monitor terus dari Mako terkait kebutuhan operasional hingga kesehatan mereka. Kemarin saat saya cek ke Muara Badak, saya lihat ada tiga orang termasuk komandan lapangan yang kena (sakit) juga," katanya dikutip dari Kaltimtoday--jaringan Suara.com, Selasa (8/9/2026).
Fida menjelaskan, kondisi itu tak lepas dari intensitas pemadaman yang berlangsung hampir satu bulan.
Petugas harus bekerja sejak siang hingga malam dengan intensitas tinggi. Selain terpapar asap dan panas, mereka juga harus menghadapi kondisi medan yang berat.
Untuk mengurangi beban petugas sekaligus memberikan waktu istirahat, satu regu bantuan kembali dikirimkan dari Mako Disdamkar Kukar.
Sebanyak 12 personel dikerahkan untuk memperkuat tim di Muara Badak setelah sebelumnya bertugas dalam penanganan karhutla di Muara Muntai.
Sementara itu, kebutuhan obat-obatan dan suplemen bagi petugas telah difasilitasi Puskesmas setempat. Dukungan tersebut diberikan atas instruksi Bupati, Sekretaris Daerah (Sekda), dan Dinas Kesehatan Kukar.
“Alhamdulillah, kondisi mereka saat ini sudah kembali sehat meskipun belum pulih 100 persen. Tetap saya peringatkan untuk tidak melakukan kegiatan lapangan dulu,” terangnya.
Ia menambahkan, beratnya pekerjaan petugas tidak hanya disebabkan paparan asap. Kondisi fisik juga terkuras karena mereka harus berjalan kaki melewati tanjakan dan turunan hingga masuk ke kawasan rawa gambut yang cukup dalam untuk mencapai titik api.
Di tengah penanganan yang masih berlangsung, sejumlah titik karhutla berhasil dipadamkan.
Meski demikian, penanganan karhutla di Muara Badak belum sepenuhnya berakhir. Petugas gabungan hingga masih bertahan di sejumlah lokasi.
Mereka masih melakukan pemadaman dan pendinginan, termasuk di beberapa titik sepanjang jalan poros yang masih berpotensi menimbulkan kebakaran baru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng
-
Sudah Terjadi Sejak 2009, Warga Berau Geram Pemadaman Listrik Kembali Berlanjut
-
Kebakaran Lahan di Tol Samarinda-Balikpapan, Petugas Terkendala Pasokan Air