- Senator DPD RI asal Kaltim Yulianus Henock Sumual membahas antrean BBM dan puluhan desa belum berlistrik pada 15 Oktober 2026.
- Pertemuan di Kaltim melibatkan PT Pertamina, PLN, dan Dinas ESDM untuk mengevaluasi pemerataan serta pasokan energi masyarakat.
- PLN merencanakan seluruh dari 36 desa yang belum teraliri listrik di Kaltim akan memperoleh akses pada tahun 2027.
SuaraKaltim.id - DPD RI daerah pemilihan Kalimantan Timur (Kaltim) menyoroti persoalan pemerataan energi, mulai dari antrean BBM di sejumlah SPBU hingga puluhan desa yang belum menikmati akses listrik.
Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam kegiatan reses Senator DPD RI asal Kaltim, Yulianus Henock Sumual, pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Dalam agenda tersebut, Yulianus mengundang perwakilan PT Pertamina wilayah Kalimantan, PLN wilayah Bumi Mulawarman dan Kalimantan Utara (Kaltara), serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kaltim.
Pertemuan itu dimanfaatkan untuk menggali informasi mengenai program kerja dan rencana penyediaan energi, sekaligus menyerap penjelasan terkait kendala yang masih dihadapi masyarakat dalam memperoleh BBM dan listrik.
Yulianus menilai, kebutuhan energi di Kaltim terus menjadi perhatian karena tingginya kebutuhan masyarakat belum sepenuhnya diimbangi dengan pemerataan layanan.
"Yang kita ketahui pada saat ini, kebutuhan BBM dan listrik di Kalimantan Timur cukup luar biasa, sementara kekurangan masih ada, termasuk antrean di SPBU-SPBU yang masih cukup banyak," ujar Yulianus dalam wawancara seusai kegiatan reses.
Selain distribusi BBM, persoalan akses listrik di wilayah pedesaan turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.
Yulianus menyebut masih terdapat 36 desa di Bumi Etam yang belum teraliri listrik.
Berdasarkan pemaparan yang diterimanya dalam pertemuan itu, PLN merencanakan seluruh desa tersebut dapat memperoleh akses listrik pada 2027.
Ia juga menyoroti gangguan pelayanan berupa pemadaman bergilir dan pasokan listrik yang belum stabil di sejumlah wilayah.
Menurutnya, persoalan tersebut perlu menjadi bagian dari evaluasi agar masyarakat mendapatkan layanan energi yang lebih merata dan andal.
Sebagai senator dari daerah pemilihan Kaltim, Yulianus berharap rencana yang disampaikan Pertamina dan PLN dapat diterjemahkan menjadi program konkret yang pelaksanaannya bisa dipantau.
"Kalimantan Timur sebagai lumbung energi harus bisa membuat kesejahteraan bagi masyarakat. Kemudian, kebutuhan-kebutuhan energi itu bisa dipenuhi oleh masyarakat," katanya.
DPD RI Kaltim Libatkan Mahasiswa dan Tokoh Masyarakat
Dalam agenda reses tersebut, Yulianus juga mengikutsertakan mahasiswa dan tokoh masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Urutan Skincare Pagi Wardah untuk Wajah Cerah Bebas Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Daftar HP RAM 12 GB Memori 512 GB untuk Multitasking, Cek Harga Terbarunya
Pilihan
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
Terkini
-
Kaltim Kaya Energi, Senator DPD RI Soroti Antrean BBM dan 36 Desa Belum Berlistrik
-
BRI Peduli Hadirkan Jembatan Gantung untuk 7.000 Warga Desa Kemang Cianjur
-
BRI Dorong Ekonomi Desa Melalui Koperasi Desa Merah Putih dan BRILink Agen
-
90 Penerbangan di Bandara Sepinggan Balikpapan Terganggu Kabut Asap Karhutla
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura