- Perempuan berinisial RR membakar bangunan milik keluarganya di Samarinda pada Sabtu pagi karena masalah gaji.
- Tersangka yang merencanakan aksinya menggunakan Pertamax dan korek api ditangkap polisi pada hari yang sama.
- Kebakaran yang dipicu oleh tindakan RR tersebut akhirnya membesar dan merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
SuaraKaltim.id - Seorang perempuan berinisial RR ditangkap polisi terkait aksi pembakaran di kawasan Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Sabtu (17/10/2026) pagi.
Bangunan milik keluarganya diduga menjadi sasaran awal, sebelum kobaran api membesar dan merembet ke sejumlah bangunan lain di sekitarnya, termasuk sebuah konter.
Tersangka RR melakukan aksinya dipicu persoalan pembagian gaji dan beban pekerjaan. Dia diamankan sekitar pukul 18.00 WITA di Jalan S Parman, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu.
Kanitreskrim Polsek Sungai Kunjang Ipda Roy Sihombing mengatakan, penangkapan dilakukan setelah polisi menelusuri kejadian dan mengumpulkan keterangan terkait dugaan pembakaran tersebut.
"Dari hasil penyelidikan awal, RR mengakui telah dengan sengaja melakukan pembakaran terhadap bangunan di lokasi kejadian," katanya dikutip dari Kaltietam--jaringan Suara.com.
Berdasarkan pemeriksaan awal, dugaan motif pembakaran berkaitan dengan persoalan pekerjaan di sebuah salon milik keluarganya.
RR disebut merasa kecewa sejak Agustus karena beban pekerjaannya bertambah, sedangkan permintaan kenaikan gaji yang diajukan tidak dipenuhi.
Kekecewaan tersebut diduga terus berlanjut hingga akhirnya RR berniat membakar bangunan milik keluarganya. Polisi juga mendalami dugaan bahwa aksi tersebut telah direncanakan sebelumnya.
Kebakaran yang melanda empat bangunan tersebut diperkirakan menimbulkan kerugian hingga Rp1,5 miliar.
Kronologi Pembakaran
Dalam pemeriksaan awal, RR disebut telah menyiapkan korek api dari rumah. Selain itu, dia diduga membeli sekitar 1,5 liter bahan bakar jenis Pertamax sebelum mendatangi lokasi kejadian.
Pada Sabtu sekitar pukul 07.00 WITA, RR berangkat dari rumah menggunakan transportasi daring. Kepada suaminya, dia mengaku hendak membeli buah langsat di Pasar Ijabah.
Namun, dalam perjalanan, RR meminta pengemudi berhenti di sebuah warung untuk membeli Pertamax.
Bahan bakar tersebut kemudian dibawa menggunakan kantong plastik hitam, sementara korek api telah disiapkan sebelumnya.
Sekitar pukul 07.30 WITA, RR tiba di kawasan Jalan Pangeran Antasari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Bedak Marcks Bisa Buat Apa Aja? Ini 3 Kegunaannya untuk Rawat Kulit Wajah
- 4 Body Lotion Malam untuk Mencerahkan dan Melembapkan, Bikin Kulit Lebih Glowing
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Gubernur Rudy Mas'ud Sebut Kaltim Aman, Malah Disentil soal Asap Karhutla
-
Wanita di Samarinda Bakar Ruko Gara-gara Gaji Tak Naik, Kerugian Capai Rp1,5 M
-
Viral Sikap Arogan Ajudan Gubernur Rudy Mas'ud ke Mahasiswa di Kaltim
-
KPAI Desak Polisi Ungkap Kasus Balita Tewas Jatuh dari Balkon Hotel di Samarinda
-
Dapat Dana Karbon Rp1,47 Triliun, Pemprov Kaltim Atur Jalur Penyalurannya