- Aliansi GERAM menggelar demonstrasi di Kantor Gubernur Kaltim pada Rabu, 21 Oktober 2026.
- Gubernur Rudy Mas'ud berjanji membawa berbagai tuntutan masyarakat dan mahasiswa ke pemerintah pusat.
- Gubernur juga berjanji mengembalikan ajudan bermasalah ke satuan asalnya setelah diprotes massa.
SuaraKaltim.id - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud digeruduk massa demonstrasi Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) pada Rabu (21/10/2026).
Rudy Mas'ud menemui pengunjuk rasa yang datang di halaman Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda. Di sana sang gubernur menyampaikan sejumlah janjinya.
Usai didemo besar-besaran, Rudy berkomitmen membawa aspirasi masyarakat Kaltim ke pemerintah pusat. Ia menyatakan akan menemui pemerintah pusat di Jakarta untuk menyampaikan berbagai tuntutan tersebut.
"Kami akan mendatangi langsung pemerintah pusat di Jakarta untuk menyampaikan seluruh aspirasi dan tuntutan masyarakat Kalimantan Timur," katanya dikutip dari Kaltimfaktual--jaringan Suara.com, Kamis (22/10/2026).
Aspirasi masyarakat mencakup persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), antrean bahan bakar minyak (BBM), pemadaman listrik bergilir, hingga evaluasi program Gratispol.
Aksi yang diikuti sekitar seribu demonstran itu menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menyuarakan persoalan pelayanan publik dan kebijakan pemerintah daerah yang dinilai perlu mendapat perhatian serius.
Rudy menyebut penanganan karhutla terus dilakukan dengan melibatkan personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta Manggala Agni.
Ia menyampaikan sekitar 12.000 personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran di sejumlah wilayah di Kaltim.
Terkait antrean BBM, Rudy mengatakan pemerintah provinsi akan membahas persoalan kuota dan jam operasional distribusi bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Pertamina.
Sementara mengenai pemadaman listrik bergilir, ia berencana menemui Direktur Utama PLN untuk membahas keandalan pasokan listrik di Kaltim.
Persoalan tersebut turut menjadi sorotan karena masyarakat masih mengeluhkan gangguan pasokan listrik.
Janji Pencopotan Ajudan
Aksi mahasiswa juga menyoroti dugaan tindakan intimidasi oleh ajudan gubernur terhadap kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Samarinda dalam rangkaian aksi sebelumnya.
Rudy menyatakan akan mengembalikan ajudan yang dipersoalkan ke satuan asalnya.
Gubernur Kaltim meminta maaf karena mengaku tidak mengetahui secara langsung kejadian yang dipermasalahkan mahasiswa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Digeruduk Massa, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Janji Temui Pemerintah Pusat
-
Gubernur Kaltim Pecat Ajudannya yang Arogan, Sampaikan Permintaan Maaf
-
Demo di Kantor Gubernur Kaltim Memanas, Tanggapan Rudy Mas'ud Dinilai Normatif
-
Gubernur Rudy Mas'ud Lantik 9 Pejabat di Tengah Kontroversi Ajudan dan Singapura
-
Kronologi Perempuan di Samarinda Bakar Ruko Gegara Kesal Gaji Tak Naik-naik