Eko Faizin
Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:52 WIB
Petugas gabungan memadamkan kebakaran lahan di Tol Balikpapan-Samarinda. [Dok Kaltimetam.id]
Baca 10 detik
  • BPBD Samarinda bersama petugas gabungan memadamkan kebakaran tiga hektare lahan di Tol Balsam pada Senin, 26 Oktober 2026.
  • Proses pemadaman di dekat jalur kendaraan tersebut terkendala oleh tiupan angin kencang dan jauhnya jarak sumber air.
  • Petugas gabungan terus berupaya mencegah perambatan api sambil mengimbau pengguna jalan tol agar meningkatkan kewaspadaan.

SuaraKaltim.id - Pemadaman kebakaran lahan di Kilometer 78+200 Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam), terkendala angin kencang dan sulitnya akses menuju sumber air pada Senin (26/10/2026).

Akibatnya, proses penanganan kebakaran yang menghanguskan sekitar tiga hektare lahan tersebut berlangsung lebih lama.

Kepala Pelaksana BPBD Samarinda, Suwarso, mengatakan laporan kebakaran diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD sekitar pukul 11.00 WITA dari petugas pengelola jalan tol.

"Penanganan harus dilakukan sampai api benar-benar padam, sampai jam berapa pun," ujarnya dikutip dari Kaltimetam--jaringan Suara.com.

Suwarso menyampaikan, lokasi yang berdekatan dengan jalur kendaraan membuat petugas harus bekerja cepat untuk mencegah api menjalar ke area lain dan mengganggu keselamatan pengguna jalan.

Personel BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat), Manggala Agni, petugas jalan tol, serta unsur terkait lainnya terlibat dalam upaya pengendalian kobaran.

Hingga pukul 15.40 WITA, pemadaman masih berlangsung. Angin kencang menjadi salah satu kendala karena membuat api berpotensi merembet ke sisi lain jalan tol.

Petugas harus membatasi perambatan sambil memastikan titik-titik api dapat dijangkau. Selain angin kencang, jarak sumber air yang cukup jauh turut memperlambat penanganan.

Petugas harus berulang kali mengambil air untuk memenuhi kebutuhan pemadaman di lokasi.

"Persediaan untuk petugas masih tercukupi, tetapi jarak sumber air membuat proses pemadaman lebih lama," sebut Suwarso.

Kondisi ini membuat proses pengendalian api membutuhkan waktu dan koordinasi antarpersonel.

Petugas gabungan terus berupaya memadamkan kobaran sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai tiga hektare. Fokus penanganan diarahkan untuk mencegah api menjalar lebih jauh, terutama ketika angin masih berpotensi mengubah arah perambatan.

Kebakaran yang terjadi di dekat jalur tol turut menjadi perhatian karena aktivitas pemadaman dapat memengaruhi kelancaran arus kendaraan.

Pengendara yang melintas di sekitar KM 78 diminta mengurangi kecepatan, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti arahan petugas.

Load More