- Akademisi Unmul Ulil Amri menyatakan eksepsi terdakwa Budiono Tanbun terkait daluwarsa penuntutan memiliki dasar yuridis penting.
- Penerapan asas lex favor reo mengharuskan penggunaan aturan KUHP lama dengan masa daluwarsa delapan belas tahun.
- Kejati Kaltim melimpahkan berkas perkara korupsi lahan transmigrasi yang lengkap pada Juli tahun 2026 mendatang.
Ia menilai, penentuan daluwarsa tidak cukup hanya melihat kapan penyidikan dimulai atau kapan seseorang ditetapkan sebagai tersangka. Menurutnya, proses penuntutan secara formil menjadi aspek penting yang harus diperiksa.
"Kunci gugurnya kewenangan penuntutan dinilai dari proses penuntutan itu sendiri, yang ditandai penyerahan berkas lengkap atau P-21," jelas Ulil.
Atas dasar pandangan tersebut, ia menilai tanggal penerbitan P-21 perlu diperiksa secara cermat.
Apabila kelengkapan berkas perkara baru dinyatakan pada 2026, sementara masa daluwarsa berdasarkan KUHP lama telah berakhir pada 2025, maka hal itu dapat menjadi persoalan hukum serius.
"Bila penetapan tersangka dan P-21 baru terjadi pada 2026, kewenangan penuntutan sudah hapus dan hakim seharusnya menyatakan tuntutan tidak dapat diterima," tegasnya.
Ulil pun menilai keberatan yang diajukan penasihat hukum BT mengenai daluwarsa bukan sekadar persoalan administratif, melainkan menyangkut keabsahan kewenangan negara dalam melakukan penuntutan.
"Tim penasihat hukum perlu memeriksa secara jeli tanggal diterimanya P-21 untuk memastikan apakah penuntutan telah melompati batas kedaluwarsa," pungkasnya.
UNCAC Tak Bisa Lepas dari Ketentuan Hukum Nasional
Ulil juga menanggapi argumentasi jaksa penuntut umum yang mengategorikan perkara tersebut sebagai extraordinary crime atau kejahatan luar biasa dengan merujuk pada United Nations Convention Against Corruption (UNCAC).
Menurutnya, penggunaan konvensi internasional tersebut tetap harus dikaji berdasarkan substansi ketentuan yang diatur di dalamnya.
Ia menilai, argumentasi mengenai karakteristik kejahatan luar biasa tidak serta-merta mengesampingkan ketentuan hukum pidana yang berlaku di Indonesia.
Oleh karena itu, perkara yang menjerat BT tetap perlu diuji berdasarkan peraturan perundang-undangan nasional, termasuk ketentuan mengenai masa daluwarsa penuntutan.
Kronologi Penanganan Perkara PT JMB Group
Sebagai konteks, penanganan perkara dugaan korupsi pertambangan yang berkaitan dengan lahan transmigrasi tersebut mulai bergulir pada awal 2026.
Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur (Kejati Kaltim) secara bertahap menetapkan sejumlah tersangka dalam perkara tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB
-
Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit
-
Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi
-
Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka