Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kisah Meri, Siap Hadapi Resesi dengan Tumpar Benuaq dari Kutai Kartanegara

Yovanda Noni Rabu, 07 Oktober 2020 | 09:32 WIB

Kisah Meri, Siap Hadapi Resesi dengan Tumpar Benuaq dari Kutai Kartanegara
Meri memamerkan produk turunan tumpar dagangannya (Foto: istimewa)

Meri, pengrajin produk turunan tumpar yang siap menghadapi ancaman resesi di masa pandemi.

SuaraKaltim.id - Meriana baru tiga tahun menggeluti bisnis kerajinan tangan.

Di tahun ke tiga, dia bahkan harus menghadapi masa pandemi yang serba sulit.

Meski demikian, pengusaha turunan sulam tumpar ini tidak pernah mengeluh karena kekurangan pesanan.

Ditemui di rumahnya, Jalan Gunung Belah, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Meri sedang sibuk menjahit sebuah tas.

“Disambi ya, karena sedang ngejar pesanan dari Pemkab Kukar. Rencana mau diikutkan pameran Dekranasda,” katanya.

Meri kemudian membuka etalase dagangannya, dia memperlihatkan beragam produk aksesoris untuk kaum hawa.

Berbagai produk turunan tumpar seperti baju, dompet, masker dan konektor jilbab sudah terbungkus rapi dalam plastik.

Menurutnya, semua dagangan itu memang diperuntukkan untuk perempuan.

Alasannya, karena perempuan tidak pernah takut membeli aksesoris pelengkap penampilan.

“Selain produk kecantikan, perempuan pasti suka belanja aksesoris. Tas dan masker adalah produk yang paling laku. Banyak pelanggan yang koleksi masker tumpar dipadukan dengan tas warna senada,” ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait