Mereka membakar beberapa ban, sebagai tanda matinya demokrasi di Indonesia.
Mereka menyoraki setiap pengendara yang melintas.
Selain meneriakkan yel-yel matinya demokrasi, mereka juga bernyanyi dan mendoakan DPR mati.
Baca Juga:Unjuk Rasa Mahasiswa, Polres Samarinda Bagikan Masker pada Demonstran