Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tahun 2019 Angka Perceraian di Kalimantan Timur Melonjak Naik

Yovanda Noni Kamis, 22 Oktober 2020 | 11:58 WIB

Tahun 2019 Angka Perceraian di Kalimantan Timur Melonjak Naik
Ilustrasi perceraian. (Rex/ Mirror)

Sebanyak 2.665 kasus itu, lanjutnya, sebanyak 70 persen merupakan kasus gugat cerai yang dilakukan oleh istri, sementara sisanya yang 30 persen merupakan talak cerai dari suam

SuaraKaltim.id - Tingkat perceraian di Kalimantan Timur (Kaltim) meningkat dari tahun 2018 ke tahun 2019.

Jika di tahun 2018 berjumlah 2.249 kasus, maka di tahun 2019 melonjak menjadi 7.803 kasus.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A), Halda Arsyat.

Menurutnya, DKP3A sedang berupaya mencegah peningkatan kasus perceraian seperti yang terjadi pada 2019.

"Tahun 2018 perceraian di Kaltim tercatat 2.249 kasus, kemudian tahun 2019 lebih banyak lagi hingga mencapai 7.803 kasus," ujar Kepala Dinas DKP3A Provinsi Kaltim Halda Arsyad di Samarinda, Kamis (22/10/2020).

Ia menyebutkan dari 7.803 kasus perceraian yang tersebar pada 10 kabupaten/kota di Kaltim, Kota Samarinda menempati urutan tertinggi dengan jumlah 2.665 kasus perceraian.

Sebanyak 2.665 kasus itu, lanjutnya, sebanyak 70 persen merupakan kasus gugat cerai yang dilakukan oleh istri, sementara sisanya yang 30 persen merupakan talak cerai dari suami.

Sementara kasus perceraian ini kebanyakan dilakukan mereka yang usianya di kisaran 40 tahun ke bawah.

Dengan demikian, pihaknya berupaya mencari solusi agar kasus serupa tidak terjadi, minimal dapat ditekan, maka salah satu yang dilakukan adalah dengan advokasi atau konseling bagi calon pengantin.

Menurutnya, ketika pasangan sepakat hidup dalam satu rumah dalam tali pernikahan, maka pasangan harus saling memiliki kesabaran.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait