Tapi kali ini, dia melakukannya dalam keadaan sadar. Disadarinya, keadaan mabuk tidak mampu mengurangi rasa sakit.
“Saya akhirnya harus mabuk berat untuk pertama kalinya. Tidak ada yang mau mengambil bagian dari wajah mereka sendiri dengan satu set tang. Tidak ada obat penghilang rasa sakit yang nyata,” tutur Chris.

Lazimnya, dokter gigi menyuntikkan anastesi untuk membuat gusi mati rasa sebelum gigi dicabut. Dengan demikian, proses pencabutan tidak akan terasa terlalu menyiksa.
Chris menceritakan pengalaman cabut gigi yang kedua enggak lebih mudah daripada yang pertama. Kali ini justru terasa lebih sakit.
Baca Juga:Menyikat Gigi Ekstra Diklaim Bisa Bantu Terlindung dari Virus Corona
“Jadi saya mencabutnya sambil menunggu lima menit. Menyiapkan mental dan berpikir saya harus melakukannya. Saya bisa merasakan tang di dalam mulut, rasanya benar-benar seperti ditarik dan dicengkram,” katanya.