facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mau Pulang Habib Rizieq Jalani Tes PCR, FPI: Lebih Terpercaya di Saudi

Chandra Iswinarno | Fakhri Fuadi Muflih Senin, 09 November 2020 | 07:30 WIB

Mau Pulang Habib Rizieq Jalani Tes PCR, FPI: Lebih Terpercaya di Saudi
Habib Rizieq Shihab. [YouTube/Front TV]

Ia tak menyebutkan rincinya waktu pelaksanaan Rizieq melakukan tes. Namun, ia menyatakan hasilnya negatif dan Rizieq sudah siap pulang ke Indonesia.

SuaraKaltim.id - Sebelum pulang ke Indonesia, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab disebut telah menjalani tes PCR atau swab test di Arab Saudi.

Kepastian tersebut disampaikan Sekretaris Umum FPI Munarman saat dihubungi Suara.com pada Minggu (8/11/2020).

"Beliau test PCR di Saudi," ujarnya.

Dikatakan Munarman, tes PCR yang dilakukan di Arab Saudi lebih terjamin dan terpercaya dibandingkan di Jakarta. Karena itu, menurutnya, masyarakat tak perlu khawatir akan penularan corona sepulangnya Rizieq ke tanah air.

Baca Juga: Habib Rizieq Akan Langsung Ditangkap Setibanya di Indonesia? Ini Kata Polri

"Lebih terpercaya metode dan hasilnya di Saudi," katanya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Habib Rizieq direncanakan bakal pulang ke Indonesia pada 10 November mendatang. Kepulangan tersebut, disebut-sebut untuk menikahkan putrinya. Pun kepulangannya juga dibayang-bayangi beberapa kasus hukum yang pernah melekat pada dirinya.

Meski begitu, Pengacara Rizieq, Sugito Atmo Prawiro mengklaim kliennya sudah tidak memiliki kasus hukum lagi di Indonesia. Semua laporan yang membuatnya dipanggil aparat kepolisian sudah dihentikan.

"Kan sudah enggak ada kasus hukum lagi," ujar Sugito saat dihubungi Suara.com, Minggu (8/11/2020).

Menurutnya, saat ini kasus yang berjalan di Indonesia hanya menjadikan Rizieq sebagai sanksi, bukan terdakwa atau tersangka seperti kasus lainnya.

Baca Juga: Pengacara Klaim Kasus-kasus yang Menjerat Rizieq Sudah Disetop Polisi

Adapun Rizieq sempat ingin diperiksa karena laporan di Polda Metro Jaya terkait konten pornografi dan di Polda Jawa Barat karena dugaan penodaan Pancasila.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait