alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

FPI Soal Ceramah Rizieq Pakai Kata Kasar: Supaya Mudah Dipahami Orang

Fitri Asta Pramesti | Chyntia Sami Bhayangkara Rabu, 25 November 2020 | 07:00 WIB

FPI Soal Ceramah Rizieq Pakai Kata Kasar: Supaya Mudah Dipahami Orang
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab tiba di markas Front Pembela Islam, Petamburan, Jakarta, Selasa (10/11/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Gaya ceramah Rizieq, seringkali menuai sejumlah cibiran dan kesan kontroversi.

SuaraKaltim.id - Sekretaris Umum DPP FPI, Munarman, angkat bicara soal gaya ceramah Rizieq Shibab yang acap kali menggunakan kata-kata kasar dan intonasi tinggi.

Gaya ceramah Rizieq tersebut, seringkali menuai sejumlah cibiran dan kesan kontroversi.

Munarman menyebut tablig akbar yang dihadiri oleh Rizieq Shihab selalu dihadiri banyak jemaah.

Tak heran, sambungnya, Rizieq butuh intonasi tinggi dan pemilihan diksi yang cenderung pedas untuk membuat jemaah bisa memahami konten yang disampaikan Rizieq.

Baca Juga: Banjir Karangan Bunga untuk Pangdam Jaya, Fadli Zon Ungkit Era Ahok

“Ketika di panggung, audiens yang hadir di depan Habib Rizieq itu spektrumnya luas. Jadi saya melihatnya gaya ceramah dan kritik seperti itu supaya gampang dipahami oleh audiens,” ujar Munarman dikutip dari Hops.id -- jaringan Suara.com, Selasa (24/11/2020).

Sebelum memulai berceramah, Rizieq selalu mempelajari audiens atau pendengarnya terlebih dahulu yang akan menjadi target ceramahnya.

Oleh karenanya, Rizieq tak selalu menyampaikan materi dengan kata-kata kasar, ia juga tak jarang memberikan materi ceramah dengan pembawaan yang lebih tenang dan lembut.

“Anda bisa bandingkan ketika Habib Rizieq ceramah di Makkah, bandingkan dengan ceramah Habib Rizieq di Indonesia, itu berbeda,” tutur Munarman.

Munarman mengambil contoh ketika Rizieq mengisi forum simposium Mewaspadai Kebangkitan PKI bersama para jenderal di Balai Kartini. Ceramah tersebut diisi dengan pembawaan yang keras.

Baca Juga: Pacaran 'Syariah', Viral Sejoli Sholat Berjamaah via Video Call WhatsApp

"Berbeda bahasanya, dia bisa di forum ilmiah, kapan forum audiens pengajian tertutup majelis ilmu, dan kapan yang dengan audiens yang bahasanya memang harus begitu," sambung Munarman.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait