alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Keputusan Libur Akhir Tahun 2020 Masih Terus Dikaji Pemerintah Pusat

Chandra Iswinarno | Ummi Hadyah Saleh Jum'at, 27 November 2020 | 10:10 WIB

Keputusan Libur Akhir Tahun 2020 Masih Terus Dikaji Pemerintah Pusat
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito / Foto : Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden

Satgas Covid-19 dan pemerintah pusat beserta kementerian/lembaga terkait masih berkoordinasi mengenai keputusan libur akhir tahun 2020.

SuaraKaltim.id - Satgas Penanganan Covid-19 akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan kementerian serta lembaga terkait mengenai keputusan libur akhir tahun 2020.

Langkah tersebut dilakukan, karena ada kekhawatiran akan terjadi penambah penularan Virus Corona.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, hingga saat ini pemerintah masih mengkaji keputusan libur panjang.

"Saat ini pemerintah masih mengkaji keputusan yang akan diambil terkait dengan libur panjang pada akhir tahun ini," ujar Wiku dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (26/11/2020).

Baca Juga: Warga Petamburan Tolak Tes Swab, Satgas: Di Jakarta Bisa Didenda Rp 5 Juta

Ia menyebut apapun keputusan yang akan diambil pemerintah nantinya akan selalu mengutamakan keselamatan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Pemerintah tidak ingin penularan Virus Corona meningkat seperti pada periode libur panjang sebelumnya.

"Keputusan yang diambil pemerintah akan selalu mengutamakan keselamatan masyarakat Indonesia di tengah pandemi Covid-19, karena kita tidak boleh lengah," tutur dia.

"Masyarakat harus belajar dari pengalaman libur panjang pada bulan-bulan sebelumnya seperti pada periode libur panjang Idul Fitri, hari kemerdekaan Indonesia, serta libur pada akhir Oktober awal November, dari data yang kami peroleh terdapat peningkatan kasus positif pasca libur panjang tersebut," sambungnya.

Satgas Covid-19, kata Wiku, juga memahami jika kasus positif tak kunjung turun maka akan berpengaruh pada perekonomian warga. Termasuk pada sektor pariwisata.

Baca Juga: Minta Rizieq Tes Covid, Bima Arya: Beliau Cipika-cipiki dengan Orang Banyak

"Perlu diketahui bahwa peningkatan kasus positif yang tidak terkendali juga dapat berdampak buruk terhadap kelangsungan kegiatan usaha di berbagai sektor termasuk sektor pariwisata," tutur Wiku.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait