alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pacaran Selama 2 Tahun, Pria Ini Mantap Menikah dengan Boneka

Fitri Asta Pramesti | Amertiya Saraswati Rabu, 02 Desember 2020 | 19:49 WIB

Pacaran Selama 2 Tahun, Pria Ini Mantap Menikah dengan Boneka
Binaragawan Resmi Menikah dengan Boneka Seks (instagram.com/yurii_tolochko)

Margo dan Yuri resmi menikah akhir November lalu

SuaraKaltim.id - Seorang pria yang berprofesi sebagai binaragawan belakangan jadi perbincangan gara-gara menikah dengan boneka. Keduanya, telah menjalin hubungan selama dua tahun. 

Binaragawan bernama Yuri Tolochko itu akhirnya melangsungkan pernikahan dengan pujaan hatinya yang merupakan boneka seks, Margo, pada akhir November lalu. 

Melansir Yahoo! Lifestyle, pernikahan antara binaragawan asal Kazakhstan dan pasangannya itu seharusnya dilangsungkan pada Maret, tapi ditunda karena pandemi Covid-19.

Momen pernikahan Yuri Tolochko dan Margo lantas diunggah ke Instagram. Di sana, Margo tampak memakai gaun putih dan kerudung pengantin.

Baca Juga: Endingnya Kocak! Beda Selera Makan, Pasangan Kekasih Lakukan Ini di Mal

Tidak hanya itu, Margo tampak berpose dengan para pengiring pengantin, memotong kue, hingga berdansa bersama Yuri Tolochko.

"Ini akhirnya terjadi. (Kisah kami) akan berlanjut," tulis Yuri sebagai caption.

Binaragawan Resmi Menikah dengan Boneka Seks (instagram.com/yurii_tolochko)
Binaragawan Resmi Menikah dengan Boneka Seks (instagram.com/yurii_tolochko)

Yuri Tolochko mengaku bertemu Margo di kelab malam. Pria ini lantas memutuskan berkencan dengan boneka seks pada awal 2019.

Sejak saat itu, kisah cinta mereka didokumentasikan lewat Instagram. Layaknya pasangan biasa, Yuri mengajak Margo makan malam bersama, liburan, hingga memandikannya.

Yuri lantas melamar Margo pada Desember 2019 dan berniat menikah pada Maret 2020. Namun, pernikahan mereka harus ditunda karena pandemi.

Baca Juga: Beda Selera soal Makanan, Pasangan Ini Temukan Solusi Bijak Tak Terduga

Pernikahan Yuri dan Margo kembali ditunda karena binaragawan ini menjadi korban kekerasan saat mengikuti pawai transgender di Almaty, Kazakhtan pada Oktober lalu.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait