Jangan Dipaksa, Ketahui Alasan Istri Enggan Berhubungan Seks usai Hamil!

Catatan bagi para suami yang ingin segera mengajak istri berhubungan seks setelah melahirkan.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Rabu, 09 Desember 2020 | 19:00 WIB
Jangan Dipaksa, Ketahui Alasan Istri Enggan Berhubungan Seks usai Hamil!
Ilustrasi berhubungan seks (Shutterstock)

SuaraKaltim.id - Ada banyak perubahan terjadi setelah seorang wanita melahirkan buah hatinya, salah satunya kehidupan seksual mereka.

"Ini benar-benar normal bagi wanita dan pria mengalami penurunan libido," kata ob-gyn yang berbasis di Los Angeles, Sheryl Ross, MD, kepada WebMD.

Penurunan libido ini umumnya terjadi selama enam hingga 9 bulan pertama setelah buah hati dilahirkan.

Berdasarkan Motherly, menurunnya dorongan seks ini disebabkan oleh hormon yang menyusut.

Baca Juga:Curhat Ibu Hamil Kena Nyinyir Tetangga, Sampai Diatur-atur Cara Melahirkan

Saat wanita hamil, kadar hormon reproduksi mereka '1000' kali lebih tinggi daripada saat tidak hamil. Kemudian saat mereka sudah melahirkan, kadar hormon ini turun.

Ilustrasi ibu menyusui. (Elements Envato)
Ilustrasi ibu menyusui. (Shutterstock)

Selain memengaruhi gairah seks, rendahnya hormon estrogen ini juga menyebabkan vagina menjadi kering, terutama saat sedang menyusui.

Di sisi lain, kehadiran anak juga bisa menjadi 'pengalihan' dari hubungan seksual. Ini berkaitan dengan hormon oksitosin.

Hormon oksitosin umumnya akan dilepaskan saat seseorang berhubungan seks, berpelukan, dan menyusui.

"Setelah melahirkan, dengan semua pelukan dan pemberian ASI, sang ibu akhirnya mendapat oksitosin dari anaknya," jelas seksolog klinis, Kat Van Kirk.

Baca Juga:Nyesek! Curhat Perempuan Melahirkan di Rumah Mertua Sampai Kena Baby Blues

"Transfer energi emosional ini dianggap menurunkan hasrat seksual dan meningkatkan respons terhadap rangsangan bayi pada wanita pascapersalinan dengan mengaktifkan wilayah otak yang terkait dengan penghargaan," sambungnya.

Ilustrasi bayi sakit (Pexels)
Ilustrasi bayi baru lahir (Pexels)

Baik saat menyusui atau memeluk, kontak kulit ke kulit antara sang ibu dengan buah hatinya akan meningkatkan pelepasan oksitosin. Ini akan membuat ikatan sang ibu dan anak semakin kuat.

Hormon prolaktin juga berperan penting dalam perilaku sang ibu, hormon anti-kecemasan yang juga dilepaskan saat seseorang berhubungan intim.

Hormon ini meningkat tujuh kali lipat saat wanita hamil dan menyusui, membantu menurunkan kadar estrogen dan menjaga periode menstruasi mereka.

Meski membuat rileks, prolaktin dapat menekan libido untuk memastikan sang ibu fokus pada perkembangan sang bayi, yaitu dengan memberinya ASI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini