"Saya kaget karena pagi-pagi pintu rumah tidak pernah diketuk," ujarnya saat ditemui wartawan kemarin.
Pensiunan pegawai pemerintah tersebut mengatakan, begitu dia membaca surah tersebut, ketukan tiba-tiba berhenti dan dia kemudian menyalakan sakelar lampu teras. Said mengatakan dia dan istrinya terkejut karena tidak ada orang di luar rumah begitu pintu dibuka.
"Alhamdulillah, Allah SWT telah menjauhkan kami dan keluarga kami dari bahaya. Kejadian ini sungguh menimbulkan tanda tanya warga di desa ini yang juga terusik," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan dan Keamanan Desa (JPKK) Paya Rumput, Azaman Abu Hassan mengatakan, warga desa telah membacakan surat Yassin dengan lantang pada Jumat malam lalu setelah sejumlah rumah diganggu oleh ketukan yang sama mulai Kamis pagi.
Baca Juga:Pemain Malaysia Syafiq Ahmad Kecelakaan, Putrinya Berusia 22 Hari Meninggal
"Alhamdulillah, selama ini desa kami damai dan damai dan kami berdoa kepada Allah SWT agar melindungi kami dari bahaya," ujarnya.
Setelah 18 hari menghantui warga di distrik tersebut, misteri ketuk pintu di malam hari berakhir ketika tidak ada kasus terbaru yang dilaporkan, seperti diwartakan Berita Harian.
Kapolsek Sabak Bernam Inspektur Agus Salim Mohd Alias saat dihubungi membenarkan hal tersebut. Dia menuturkan, pihaknya tetap melakukan patroli di kampung dan perumahan meski gangguan sudah berakhir.
"Kami juga mendorong warga untuk berpatroli di wilayahnya masing-masing untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan," ujarnya kepada Berita Harian.
Sementara itu, Agus Salim mengingatkan masyarakat untuk tidak membesar-besarkan persoalan misteri ketukan pintu tersebut.
Baca Juga:Diajak Pinangki ke Malaysia, Andi Irfan Ungkap Pembicaraan Djoko Tjandra
"Masyarakat diminta tidak menambah hal yang ada selain menyebarkan informasi yang tidak autentik sehingga menimbulkan keresahan bagi warga," ujarnya.