alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Benarkah 90 Persen FPI yang Ditangkap adalah Preman Bertato? Ini Faktanya

Farah Nabilla | Chyntia Sami Bhayangkara Rabu, 30 Desember 2020 | 15:51 WIB

Benarkah 90 Persen FPI yang Ditangkap adalah Preman Bertato? Ini Faktanya
Ilustrasi FPI.( sinarlampung.co)

Beredar narasi yang menyebutkan sebagian besar atau sekitar 90 persen anggota FPI yang ditangkap merupakan preman bertato.

SuaraKaltim.id - Seorang pengguna Facebook membagikan kabar bahwa anggota Front Pembela Islam (FPI) yang ditangkap adalah para preman bertato.

Ia menyebut bahwa 90 persen anggota FPI yang ditangkap adalah para kriminal bertato. 

Narasi tersebut diunggah oleh akun Facebook dalam sebuah grup bernama Pecinta dan Pembela Islam pada 6 Desember 2020.

Akun tersebut mengunggah foto Habib Bahar bin Smith bersama puluhan orang bertato dan mengenakan peci.

Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Mensos Risma akan Hapus Semua BLT untuk Kedepannya?

Akun itu juga menambahkan narasi sebagai berikut:

"Anggota FPI yang Tertangkap 90% preman kriminal bertato".

Benarkah klaim tersebut?

Fakta anggota FPI preman bertato (ist)
Fakta anggota FPI preman bertato (ist)

Penjelasan

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta UMN -- jaringan Suara.com, Selasa (29/12/2020), klaim yang menyebut 90 persen anggota FPI yang ditangkap merupakan preman bertato adalah klaim yang keliru.

Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Haikal Hassan Dijemput Allah?

Faktanya, foto yang diunggah oleh akun itu bukanlah anggota FPI.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait