KBAK Sangkuriang-Mangkalihat Diverifikasi Tim Kementerian ESDM

Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Sangkuriang-Mangkalihat didatangi Tim Verifikasi Warisan Geologi Pusat Survei Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM.

Chandra Iswinarno
Jum'at, 19 Februari 2021 | 15:09 WIB
KBAK Sangkuriang-Mangkalihat Diverifikasi Tim Kementerian ESDM
Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Sangkuriang-Mangkalihat di sepanjang Kabupaten Kutai Timur hingga Berau. [Inikalimantan]

Kawasan pegunungan kapur tersebut memiliki hamparan seluas 2.145.301 hektare yang membentang dari Kabupaten Berau hingga Kutai Timur.

Lukisan tangan yang ada di dalam goa tersebut, diperkirakan menjadi penanda awal penyebaran rumpun manusia purba Austronesia.

Dengan begitu, Karst Sangkulirang Mangkalihat menjadi titik awal kemunculan manusia purba, karena diperkirakan sudah ada sejak 10 ribu tahun sebelum masehi.

Kini, Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat menjadi lokasi wisata pendidikan. Karst memiliki bidang plaeontologi, arkeologi, situs fosil, struktur geologi-mineral, litologi, serta beragamnya flora dan fauna endemik pun juga keberadaan goa-goa, serta sungai bawah laut.

Baca Juga:Gubernur Edy Minta Pengelolaan Geopark Kaldera Toba Diprioritaskan

Untuk bisa mencapai Karst Sangkulirang-Mangkalihat waktu tempuh perjalanan akan sangat melelahkan karena membutuhkan waktu perjalanan sekitar 8-9 jam dari Samarinda melewati Sangatta Ibukota Kutai Timur.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini