alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pertama Kali Digempur Hujan Es, Warga di Kabupaten Paser Mendadak Heboh

Sapri Maulana Rabu, 03 Maret 2021 | 08:23 WIB

Pertama Kali Digempur Hujan Es, Warga di Kabupaten Paser Mendadak Heboh
Warga di Desa Samuntai dan Desa Lombok Kecamatan Long Kabupaten Paser mengabadikan hujan batu es yang pertama kali terjadi di kampung mereka, Selasa (2/3/2021) sore. [Istimewa]

Pertama kali terjadi hujan es di daerah mereka, warga sontak berhamburan dari dalam rumah. Suara atap rumah begitu berisik, seperti dihujani batu kerikil.

SuaraKaltim.id - Digempur hujan es, Warga Desa Semuntai dan Desa Lombok, Kecamatan Long Ikis Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim) mendadak heboh, Selasa (2/3/2021) sore.

Informasi yang dihimpun, gempuran hujan es yang diperkirakan sebesar batu kerikil itu terjadi pada pukul 17.00 Wita.

Hujan es di dua desa tersebut diakui baru pertama kali terjadi. Warga sontak berhamburan dari dalam rumah. Terlebih karena suara atap rumah mereka begitu berisik, seperti dihujani batu kerikil.

Melihat gumpalan batu es berjatuhan, warga selanjutnya mengabadikan fenomena tersebut dengan cara mengambil video maupun gambar.

Baca Juga: Viral! Video Hujan Es di Long Ikis Kabupaten Paser Kalimantan Timur

Bahkan tak jarang warga berebutan untuk mengumpulkan bongkahan, aksi tersebut dilakukan banyak orang yang terkejut dengan fenomena tersebut.

Salah satu petugas Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Daerah (BPBD) Kabupaten Paser Hendry Taham mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari warga, memang hanya di dua desa di Kecamatan Long Ikis yang terjadi hujan es.

"Laporan yang kami terima dari warga, hanya di dua desa itu. Warga heboh karena pertama kali hujan es terjadi di daerah kami," ujar Hendry, kepada Suarakaktim.id di Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Rabu (3/3/2021).

Ditambahkannya, saat terjadi hujan es di dua desa itu, turut disertai angin kencang dan hujan deras. Namun kondisi itu tidak menyebabkan adanya kerusakan terhadap rumah warga. Dan sekira satu jam kemudian, hujan es yang melanda sebagian Tanah Grogot pun akhirnya reda.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan Erika Mardiyanti menjelaskan, dari pantauan alat meteka, menunjukkan suhu puncak awan di wilayah kejadian berkisar antara -62°C sampai dengan -75°C.

Baca Juga: Kronologis dan Fakta Hujan Es di Lampung, Kenapa Bisa Terjadi?

"Suhu terdingin terjadi tepat pada saat puncak hujan terjadi yakni sore hari. Hal ini menunjukkan bahwa satelit cuaca menangkap memang terjadi pembentukan awan cumulonimbus yang sangat signifikan di wilayah terjadinya hujan lebat," sebutnya dalam keterangan tertulis yang diterima Suarakaltim.id.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait