Jelang Pancaroba dan Musim Kemarau 2021, Ini Prediksi Terbaru BMKG

Musim pancaroba atau masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, diprediksi BMKG terjadi antara April sampai Mei 2021.

Sapri Maulana
Jum'at, 26 Maret 2021 | 08:21 WIB
Jelang Pancaroba dan Musim Kemarau 2021, Ini Prediksi Terbaru BMKG
Petugas Informasi Iklim BMKG memperlihatkan prediksi musim kemarau di wilayah Indonesia melalui peta pengamatan iklim. [Antara/Laily Rahmawaty]

SuaraKaltim.id - Melalui siaran pers tertulis, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memaparkan prediksi Musim Kemarau 2021 akan mulai terjadi pada April 2021 di 22,8 persen Zona Musim (ZOM) yaitu beberapa zona musim di Nusa Tenggara, Bali, dan sebagian Jawa.

"BMKG memprediksi peralihan angin monsun akan terjadi pada akhir Maret 2021 dan setelah itu Monsun Australia akan mulai aktif. Karena itu, Musim Kemarau 2021 diprediksi akan mulai terjadi pada April 2021," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Jakarta, melalui keterangan tertulis, Kamis.

Musim pancaroba atau masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, kata dia, terjadi antara April sampai Mei 2021.

Kendati demikian, ia menyebut sejumlah daerah sudah mulai memasuki musim kemarau meski tak serentak.

Baca Juga:BMKG: Musim Kemarau Diprediksi Mulai April

“Hasil pemantauan terhadap anomali iklim global menunjukkan kondisi La Nina diprediksi masih akan terus berlangsung hingga Mei 2021 dengan intensitas yang terus melemah. Sedangkan pemantauan kondisi Indian Ocean Dipole Mode (IOD) diprediksi netral hingga September 2021,” tulis BMKG.

“Kedatangan musim kemarau umumnya berkait erat dengan peralihan Angin Baratan (Monsun Asia) menjadi Angin Timuran (Monsun Australia). BMKG memprediksi peralihan angin monsun akan terjadi pada akhir Maret 2021 dan setelah itu Monsun Australia akan mulai aktif,” lanjut Dwikorita.

Dia juga memaparkan, pada April 2021 ini, sejumlah wilayah yang memasuki musim kemarau ialah Nusa Tenggara dan Bali, lalu wilayah Jawa, kemudian sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi pada Mei hingga Juni 2021.

Kemudian, Deputi Bidang Klimatologi Herizal memaparkan, dari total 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 22.8 persen diprediksi bakal memulai musim kemarau pada April 2021, yaitu beberapa zona musim di Nusa Tenggara, Bali, dan sebagian Jawa.

“Kemudian 30.4 persen wilayah akan memasuki Musim Kemarau pada Mei 2021, meliputi sebagian Nusa Tenggara, sebagian Bali, Jawa, Sumatera, sebagian Sulawesi, dan sebagian Papua. Sementara itu, sebanyak 27.5 persen wilayah akan memasuki Musim Kemarau pada Juni 2021, meliputi sebagian Sumatera, Jawa, sebagian Kalimantan, sebagian Sulawesi, sebagian kecil Maluku, dan Papua,” tulis BMKG.

Baca Juga:Prakiraan Cuaca Jakarta Jumat 26 Maret: Pagi Cerah Berawan, Siang Hujan

Masih pemaparan Herizal, April – Mei merupakan masa peralihan dari Musim Hujan ke Musim Kemarau. Ia mengimbau agar perlu  diwaspadai potensi hujan lebat dengan durasi singkat, angin kencang, puting beliung dan potensi hujan es yang biasa terjadi pada periode tersebut.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini