alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Menteri LHK Kunjungi Calon IKN di Kaltim, Paparkan Konsep Green Smart City

Sapri Maulana Sabtu, 03 April 2021 | 13:55 WIB

Menteri LHK Kunjungi Calon IKN di Kaltim, Paparkan Konsep Green Smart City
Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar bersama Gubernur Kaltim Isran Noor, saat meninjau lokasi pembangunan IKN baru yang berkonsep Green Smart City. [Dok. Humas Pemprov Kaltim]

Penataan dan pengelolaan IKN di Benua Etam Kaltim dikatakan tidak akan mengganggu kawasan konservasi hutan lindung, sebab bernuansa lingkungan yang hijau dan modern.

SuaraKaltim.id - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengunjungi lokasi calon ibu kota negara (IKN) di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Sabtu (3/4/2021). Pembangunan IKN akan menerapkan konsep Green Smart City.

"Saat ini Pemerintah Pusat terus mempersiapkan kawasan lokasi IKN baru khususnya dalam penataan lingkungan hijau atau Green Smart City," kata Menteri Siti Nurbaya Bakar, saat kunjungan kerja monitoring ke lokasi pembangunan pusat gedung pemerintahan calon IKN baru dan melihat langsung persemaian IKN, di Menara Pantauan (Tower Bukit Sudarmono), dilansir dari laman resmi Pemprov Kaltim.

Menteri LHK RI didampingi Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor dan Deputi Bidang Kemaritiman dan SDA Bappenas RI Arifin Rudiyanto menjelaskan, saat ini Pemerintah Pusat terus berupaya memastikan bahwa IKN memiliki kawasan-kawasan yang ramah lingkungan atau lingkungan hijau.

Penataan dan pengelolaan IKN di Benua Etam Kaltim dikatakan tidak akan mengganggu kawasan konservasi hutan lindung, sebab bernuansa lingkungan yang hijau dan modern sesuai konsep Green Smart City.

Baca Juga: Gubernur Kaltim Isran Noor dan Menteri LHK ke Pusat Gedung Pemerintahan IKN

"Makanya kami ke lokasi ini. Untuk memastikan, betul-betul lokasi yang disiapkan sesuai dengan kondisi geografis di daerah ini," kata dia.

Menjaga kawasan konservasi, agar tidak menggangu habitat satwa-satwa yang hidup di lokasi tersebut.

Bahkan, jika ada masih kawasan yang hijau, maka tetap dipertahankan. Sebaliknya, jika ada kawasan yang rusak, maka segera dihijaukan kembali.

 Sedangkan kapasitas jumlah bibit penghijauan dan lahan disiapkan masih menunggu detail and genering oleh Kementerian PUPR.

Tentunya, ada titik yang akan dibangun kawasan hijau tersebut.

Baca Juga: Pendataan di Kaltim BKKBN Target 1 Juta Keluarga, Isran Noor yang Pertama

Gubernur Kaltim Isran Noor mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Pusat.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait