- Gaya busana istri Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud, Sarifah Suraidah menuai sorotan.
- Hal tersebut seiring dengan polemik harga mobil dinas sang suami senilai Rp8,5 miliar.
- Sarifah mirip 'noni Belanda' yang merujuk gaya perempuan Belanda zaman dahulu.
SuaraKaltim.id - Sosok istri Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud, Sarifah Suraidah menuai perbincangan usai penampilannya yang nyentrik mengundang perhatian.
Sorotan tersebut seiring polemik harga mobil dinas baru sang suami Rudy Mas'ud yang mencapai Rp8,5 miliar.
Dalam beberapa unggahan di akun media sosialnya, terlihat gaya busana Sarifah Suraidah mengenakan gaun dan topi mirip wanita Eropa tempo dulu.
![Penampilan istri Gubernur Kaltim, Syarifah Suraidah menjadi omongan karena seperti noni Belanda. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/26/47941-gubernur-kaltim-rudy-masud-dan-istri-syarifah-suraidah.jpg)
Tak sedikit pengguna media sosial menjuluki dirinya sebagai 'noni Belanda' istilah yang merujuk pada gaya perempuan Belanda zaman dahulu.
Julukan terhadap istri Gubernur Kaltim ini ramai menyusul dengan video yang memperlihatkan outfitnya saat menemui seorang nenek penjual sayur dan dalam berbagai kesempatan lainnya.
Pada pertemuannya dengan penjual sayur, Sarifah juga sempat memberikan sejumlah uang kepada sang penjual sayur itu.
Dalam video di akun @syarifahsuraidah, Sarifah tampak memakai dress putih dengan motif bunga dipadukan dengan kalung mutiara, anting, cincin berukuran besar serta topi berwarna putih.
Di kempatan yang lain, dia juga terlihat bercengkerama dengan para pedagang dalam sebuah event. Bahkan beberapa orang mengajaknya berfoto.
Diketahui, pengadaan mobil dinas baru untuk Gubernur Kaltim Rudi Mas'ud senilai Rp8,5 miliar menuai polemik di tengah efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah daerah.
Gubernur Rudi Mas'ud akhirnya menanggapi sorotan tajam dari berbagai pihak, termasuk masyarakat Katim, legislatif hingga pengamat.
Dia mengungkapkan bahwa mobil dengan harga fantastis tersebut berada di Jakarta. Sampai saat ini Pemprov belum menyediakan mobil untuk yang di Kaltim.
"Pemprov Kaltim belum menyediakan mobil yang di Kalimantan Timur," ujarnya kepada media belum lama ini.
Rudi pun beralasan bahwa mobil dinas kepala daerah sebaiknya tidak ala kadarnya, apalagi merupakan marwah masyarakat Kaltim.
"Masa iya kepala daerah pakai mobil ala kadarnya? Jaga dong. Ini marwahnya Kaltim, marwahnya masyarakat Kalimantan Timur," kata dia.
Rudi lantas mengajak untuk tidak berbicara yang tidak-tidak terkait dengan kabar pengadaan mobil dinas untuk gubernur.
"Kepada teman-temanku semuanya kita sedang berpuasa tolong tidak terlalu banyak ghibah, nanti dosanya berlipat ganda," sebutnya.