European Super League, Hanya untungkan Klub Sepak Bola Raksasa?

Ajang ini digadang-gadang bisa menghasilkan distribusi sumber pendapatan lebih besar. Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 belakangan ini.

Sapri Maulana
Rabu, 21 April 2021 | 14:33 WIB
European Super League, Hanya untungkan Klub Sepak Bola Raksasa?
Logo European Super League. [Laman resmi European Super League]

SuaraKaltim.id - Kesepakatan beberapa klub sepak bola terkemuka yang ada di dunia untuk ikut serta dalam European Super League (ESL) atau Liga Super Eropa sangat disayangkan. Hal itu dinilai hanya menguntungkan klub raksasa pendiri atau yang bergabung saja.

Ajang ini akan menyaingi kompetisi Uefa Champions League yang menjadi turnamen level klub bergengsi yang ada di dunia.

Presiden organisasi sepak bola Eropa Uefa Aleksander Ceferin menyebut bahwa ESL adalah liga yang mementingkan diri sendiri, memalukan dan mencoreng wajah pecinta sepak bola.

Bahkan pemain yang sudah terlibat dalam liga tersebut nantinya tidak boleh tampil dalam Piala Eropa dan Piala Dunia.

Baca Juga:Sah! Tim-Tim Liga Inggris Mundur dari Liga Super Eropa!

ESL memang tidak menggantikan berbagai liga domestik seperti La Liga di Spanyol dan Premier League di Inggris.

Akan tetapi, klub yang nantinya ikut dalam ESL akan terancam dilarang main di kompetisi domestik UEFA sebagai lembaga regulator sepakbola yang ada di Eropa.

Alasan Turnamen European Super League Diadakan

Tampaknya uanglah yang menjadi pemicu utama ESL digelar. Ajang ini digadang-gadang bisa menghasilkan distribusi sumber pendapatan lebih besar.

Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 belakangan ini. Banyak klub sepak bola yang ikut terpukul karena absennya penonton dan jadwal pertandingan yang terganggu.

Baca Juga:ESL Kolaps, Florentino Perez Pergi dari Real Madrid untuk Selamanya?

Adanya turnamen yang digelar tahunan ini akan memberikan pertumbuhan ekonomi lebih besar dan signifikan.

Selain itu juga bisa mendukung sepak bola Eropa lewat komitmen jangka panjang.

Dalam dunia persepakbolaan Eropa, ESL jua dianggap bisa memberikan kontribusi keuangan tak terbatas yang bisa tumbuh bersama dengan pendapatan liga.

Bahkan angka kontribusinya diperkirakan dapat melampaui 10 miliar euro dalam tahap awal.

Nasib Liga Domestik

Gelaran ESL dikhawatirkan akan melemahkan liga-liga seperti SeriA dan Premier League di Inggris yang punya pemirsa banyak di penjuru dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini