alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

[Cek Fakta] Warga India Buang Patung Dewa Karena Corona?

Sapri Maulana Jum'at, 07 Mei 2021 | 05:10 WIB

[Cek Fakta] Warga India Buang Patung Dewa Karena Corona?
Sumber: Tangkapan layar Facebook/Timesindonesia.co.id

Warganet yang membuat video tersebut viral melalui akun Facebook Hvk Prasad. Ternyata, pemilik akun tersebut mengunggah video sejak 2015 lalu.

SuaraKaltim.id - Beredar video warga India yang buang patung dewa ke sungai menjadi sorotan publik. Informasi tersebut tersebar berantai dan dikaitkan tingginya kasus covid-19 di India.

Dalam video tersebut menampilkan orang-orang yang membuang patung Hindu ke sungai dan ada keterangan menyertainya.

Dalam hal ini belum ada keterangan resmi yang menyebutkan bahwa warga tersebut membuang sebuah patung karena adanya wabah virus corona.

Warganet yang membuat video tersebut viral melalui akun Facebook Hvk Prasad. Ternyata, pemilik akun tersebut mengunggah video sejak 2015 lalu.

Baca Juga: 3 Korban Toyota Avanza Ditemukan Meninggal Setelah 3 Hari Pencarian

Dalam unggahan tersebut menampilkan kejadian di Jalan Raya Nasional 44 dekat sungai Krishna di Telangana, India Selatan.

Ada keterangan yang menyatakan bahwa video tersebut merupakan bagian dari visarjan. Maksudnya adalah tradisi perendaman Ganesha di badan air. Unggahan tersebut menjadi viral karena mendapatkan kritik dari pecinta lingkungan.

Mengingat bahwa patung tersebut dibuat dengan bahan Plaster of Paris (PoP). Selain itu juga berasal dari serat yang sifatnya toksik. Artinya tidak baik untuk flora dan fauna akuatik. Bahkan dampaknya bisa sampai pada kesehatan manusia.

Reuters menyampaikan bahwa unggahan ini memiliki judul "toxic" Indian Festival Posion Waterways. Bahan kimia yang ada di patung tersebut akan terbenam di sungai dan danau seluruh Indonesia. Adanya pencemaran ini bisa mengakibatkan ikan dan seluruh komponen air menjadi terganggu.

Patung yang dilarung ke sungai itu sudah dicat dan dihias dengan apik. Sebelumnya pasti disembah terlebih dahulu hingga nantinya berlanjut ke prosesi massal ke sungai, danau, dan laut.

Baca Juga: 2 Perumahan di Bojongkulur Bogor Terendam Banjir

Sya Asolekar yang merupakan pemerhati lingkungan mengatakan bahwa patung itu sering dibuat dari bahan yang tidak bisa diuraikan secara alamiah. Misalnya menggunakan bahan dasar plastik, semen, dan plester paris.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait