alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ratusan ASN Kabupaten Balangan Akan Diberikan Sanksi

Muhammad Yunus Selasa, 18 Mei 2021 | 19:20 WIB

Ratusan ASN Kabupaten Balangan Akan Diberikan Sanksi
Bupati Balangan Abdul Hadi saat melaksanakan sidak di beberapa SKPD saat masuk hari pertama kerja pascalebaran Idul Fitri 1442 hijriah / [SuaraKaltim.id / Antara]

Tidak masuk kerja di hari pertama usai libur lebaran

SuaraKaltim.id - Pemerintah Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, bakal memberikan sanksi tegas kepada aparatur sipil negara (ASN) yang membolos saat masuk pertama setelah Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah.

Kasubag Tata Laksana dan Pelayanan Publik Bagian Organisasi Setdakab Balangan Anwar Hadi di Paringin, mengatakan beberapa data yang dikumpulkan dari SKPD yang disidak pada Senin (17/5), ditemukan sebanyak 139 orang tidak masuk kantor dari 574 orang yang menjadi sampel absensi.

"Dari lima SKPD yang menjadi sampel, menunjukkan tingkat kehadiran ASN adalah 75,78% atau 435 orang dan tidak hadir 24,22% atau 139 orang" katanya.

Berdasarkan keterangan, tambah dia, para ASN yang tidak masuk tersebut beralasan tugas luar, sakit dan tanpa kabar.

Baca Juga: Catat! Pemkot Cilegon Dijatah 550 ASN dan PPPK

Dari data yang terkumpul di bagian organisasi hingga Selasa siang, ASN yang tidak masuk kantor yaitu, tanpa keterangan 95 orang, tugas luar sebanyak 18 orang, sakit tujuh orang, izin 11 orang, cuti dua orang dan lepas dinas enam orang.

"Terhadap para ASN yang tidak masuk tersebut, akan diberikan sanksi sesuai dengan tingkat kesalahannya. Rencananya Rabu (19/5) akan dilakukan rapat bersama tim disiplin untuk memastikan sanksi apa yang akan diberikan," katanya, Selasa 18 Mei 2021.

Hadi mengungkapkan, mengacu pada peraturan, pihak organisasi akan menyurati kepala SKPD terkait ASN yang melakukan pelanggaran.

Selanjutnya, kepala SKPD akan melaporkan ke bagian organisasi sanksi apa yang akan diterapkan kepada yang bersangkutan. (Antara)

Baca Juga: Setelah Libur Lebaran, 90 Persen ASN Pemkab Malang Masuk, 10 Persennya?

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait