"Cucu saya kalau orang enggak kenal, misalnya saja tetangga saya, saja sulit akrab, apalagi sama orang tidak dikenal," ungkapnya.
Sutrisno dan keluarga akhirnya langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Balikpapan Timur.
Sementara itu, Kapolsek Balikpapan Timur Kompol FX Hartanta menduga, Zahra mengenal pria yang menculiknya.
"Untuk anak seusia itu, kemungkinan besar akan teriak atau berontak ketika dibawa orang yang tidak dikenal," katanya.
Baca Juga:Bocah 5 Tahun yang Diculik Seminggu Lalu, Akhirnya Ditemukan di Musala Kawasan Sepinggan
Pun dia juga mengungkap, jika orang tua Zahra telah berpisah. Sang Ayah diketahui bekerja di daerah Bulungan, Kalimantan Utara.
Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi menjelaskan, biasanya pelaku penculikan anak berasal dari orang terdekat. Sebab pelaku memahami kebiasaan korban.
"Biasanya pelaku tahu jadwal di keluarga korban, ketika ada peluang maka langsung dimanfaatkan. Tapi bisa juga karena kelengahan kita sehingga pelaku langsung beraksi ketika ada kesempatan," ujarnya.
Dia meminta seluruh orang tua meningkatkan kewaspadaan. Sebab di situasi saat ini, banyak masyarakat yang terdesak kebutuhan ekonomi, sehingga menghalalkan segala cara agar bisa mendapatkan uang.
"Semua warga harus peduli. Jadi harus gotong royong melindungi meski itu bukan anaknya," katanya.
Baca Juga:Semburan Gas Setinggi 50 Meter di Sumur Bor, Gegerkan Warga Sepinggan
![Bocah lima tahun korban penculikan di Balikpapan ditemukan di musala kawasan Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan pada Selasa (6/7/2021). [Dok.]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/07/06/76103-bocah-lima-tahun-korban-penculikan-di-balikpapan-ditemukan-di-musala.jpg)
Untuk diketahui, Zahra ditemukan selamat di Musala Al Barokah yang berlokasi di Jalan Perona III Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan, Selasa (6/7/2021) pagi.