“Diskes tidak pernah membeli obat melalui PBF,” ucapnya.
Sampai dengan minggu keempat, obat terapi Covid-19 tidak tersedia di apotek konvensional. Hanya tersedia di beberapa apotek Kimia Farma. KPPU Kanwil V telah berupaya mencari ketersediaan obat melalui www.farmaplus.kemenkes.go.id per 26 Juli 2021.
Dari hasil pencarian itu ditemukan hanya ada empat jenis obat yang tersedia. Yakni sebanyak 13.500 obat azithromycin, 11.800 favipiravir, 19.400 ivermectin dan 1.877 oseltamivir.
“Namun pada 19 dan 27 Juli 2021 diverifikasi mengenai data stok obat Farmaplus Kemenkes, hasilnya menunjukkan stok obat terapi Covid-19 yang tersedia di apotek sangat terbatas dan tidak sebanyak di website Farmaplus,” jelasnya.
Baca Juga:2 Kriteria Sembuh Covid-19 dan Hal yang Perlu Dilakukan Setelah Isoman
Stok tabung oksigen di Kaltim
Sementara untuk ketersedian oksigen di wilayah KPPU Kanwil V, pada minggu pertama stok oksigen ukuran 1m3 sangat terbatas dan hanya difokuskan untuk rumah sakit dan puskesmas. Bahkan hingga 27 Juli 2021, tidak ada stok oksigen di beberapa toko alat kesehatan dan apotek.
Di Kalimantan dipastikan tidak ada penjual oksigen berukuran 1m3 secara online. Di sisi lain, salah satu produsen oksigen di Kaltim, PT Samator hanya mampu memproduksi oksigen sebesar 30 ton per hari.
“Sedangkan kebutuhan saat ini sebesar 50 ton. Terdapat kekurangan pasokan oksigen sebesar 20 ton,” tuturnya.
Saat ini, disebutkan Manaek, Pemprov Kaltim telah berkoordinasi dengan Pemprov Sulawesi Selatan mengenai rencana pengambilan oksigen oleh PT Samator dari Sulawesi Selatan.
Baca Juga:Percepat Cakupan Vaksinasi, Suntik Vaksin Covid-19 Dilakukan Door to Door
“Selain itu Pemprov Kaltim telah membentuk Satgas Oksigen dan berkoordinasi dengan PT Pupuk Kaltim dan PT Pertamina untuk pengadaan oksigen karena perusahaan tersebut memiliki kemampuan memproduksi oksigen,” pungkasnya.