alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Covid-19 Varian Delta Kini Hampir Menyebar Rata di Seluruh Indonesia

Denada S Putri Minggu, 01 Agustus 2021 | 17:01 WIB

Covid-19 Varian Delta Kini Hampir Menyebar Rata di Seluruh Indonesia
Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (21/1/2021). [Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden]

Tiga dari empat varian Virus Corona yang harus diwaspadai, yaitu varian Alfa, Beta dan Delta.

SuaraKaltim.id - Covid-19 Varian Delta saat ini hampir menyebar merata di seluruh Indonesia. Kepastian tersebut berdasarkan hasil penelitian spesimen yang dilakukan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi.

 "Varian Delta mendominasi 86 persen spesimen yang dilakukan sequencing dalam 60 hari terakhir, berasal dari 24 provinsi, sehingga dapat dikatakan persebaran ini hampir merata di seluruh Indonesia," katanya di Jakarta, Minggu (01/08/2021) dikutip dari Suara.com.

Dia juga mengemukakan, jejaring laboratorium genomic sequencing atau metode pengurutan genom untuk memetakan mutasi virus di bawah komando Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) terus berupaya menelusuri pola persebaran varian Covid-19 di Indonesia.

Baca Juga: Syarat Isolasi Mandiri di Asrama Haji Sudiang, Satgas : Hanya Melampirkan Bukti Swab PCR

Dikemukakannya, sejak awal 2021 hingga 28 Juli ini, Indonesia telah melaporkan 3.651 hasil pengurutan genom ke dalam database global.

Tercatat di dalamnya, ada tiga dari empat varian Virus Corona yang harus diwaspadai, yaitu varian Alfa, Beta dan Delta.

Menurutnya, laporan tersebut patut menjadi perhatian bersama, mengingat potensi penularan varian baru corona di Indonesia masih sangat tinggi.

Untuk menekan penyebaran Covid-19, pemerintah akan menguatkan testing dan tracing terutama di pemukiman kawasan padat penduduk.

Mekanisme tracing atau pelacakan juga menggunakan sistem perangkat lunak Silacak untuk memudahkan mengetahui kontak erat pasien.

Baca Juga: Wabub Karawang: Satgas Fokus Tangani Penyebaran Covid-19 di Perusahaan

Nantinya, penduduk yang kontak erat akan diarahkan untuk dikarantina.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait