facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kondisi Tidak Baik di Tubuh Garuda Indonesia, Ekonom: State of Collapse

Denada S Putri Senin, 16 Agustus 2021 | 08:19 WIB

Kondisi Tidak Baik di Tubuh Garuda Indonesia, Ekonom: State of Collapse
Pesawat Garuda B777-300ER. [Instagram/@garuda.indonesia]

Menurut ekonom, jika suatu organisasi perusahaan dengan kondisi yang sulit seperti Garuda Indonesia, sudah sepantasnya kekompakakkan internal dibutuhkan.

SuaraKaltim.id - Kondisi keuangan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang sedang carut marut membuat dua komisarisnya harus mundur. Yakni, Peter F Gontha selaku komisaris yang mewakili pemegang saham publik, dan Yenny Wahid putri dari mantan Presiden RI, Gus Dur.

Direktur Celios (Center of Economic and Law Studies) Bhima Yudhistira mengatakan, mundurnya dua komisaris tersebut menjadi preseden buruk kondisi maskapai pelat merah sejak kali pertama mengudara sejak 73 tahun silam.

"Jadi bukan sekedar penghematan anggaran karena komisaris mundur. Kepercayaan investor dan kreditur bisa menurun ditengah gejolak keuangan yang dihadapi maskapai BUMN," ucap Bhima disadur dari Suara.com, Senin (16/8/2021).

Menurutnya, jika suatu organisasi perusahaan dengan kondisi yang sulit seperti Garuda Indonesia, sudah sepantasnya kekompakakkan internal dibutuhkan. Namun sayangnya, hal tersebut tidak terjadi di dalam tubuh Garuda Indonesia.

Baca Juga: Sambut Hari Kemerdekaan, Garuda Indonesia dan The Goods Dept Luncurkan Merchandise Tematik

Pesawat Garuda B737-800NG. [Instagram/@garuda.indonesia]
Pesawat Garuda B737-800NG. [Instagram/@garuda.indonesia]

Hal ini tentu menunjukan, kondisi yang tidak baik dalam tubuh Garuda Indonesia.

"Seharusnya secara internal solid, tapi kalau para pimpinan perusahaan mundur berarti harapan pemulihan keuangan maskapai makin kecil. Jadi ini indikasi state of collapse atau menuju pailit," katanya.

Sehingga, kata dia, sekarang Garuda membutuhkan sosok yang bisa melalui masa sulit bahkan kalau keputusan akhirnya adalah likuidasi aset ya harus ditempuh dengan cara cara yang profesional. 

"Komunikasi dengan pemerintah, kreditur dan investor harus lancar. Terakhir pastinya selain kecepatan dalam eksekusi juga integritas menjadi kunci keberhasilan penyelamatan Garuda," pungkasnya.

Baca Juga: Yenny Wahid Mundur dari Komisaris Garuda Indonesia, Said Didu: Garuda Akan Terkubur

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait