alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Citilink Gantikan Posisi Garuda Indonesia Dalam Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata

Denada S Putri Senin, 16 Agustus 2021 | 11:56 WIB

Citilink Gantikan Posisi Garuda Indonesia Dalam Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata
Pesawat Citilink. (citilink.co.id)

Selain keuangan Citilink yang sehat, masalah pertimbangan masuknya Citilink ke holding mengingat perusahaan ini merupakan anak usaha Garuda.

SuaraKaltim.id - Komisi VI DPR RI memastikan Citilink Indonesia akan masuk dalam Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata atau Indonesia Aviation and Tourism Holding Co yang saat ini tengah dibentuk oleh pemerintah melalui Kementerian BUMN.

Masuknya maskapai penerbangan LCC (low cost carrier) ini akan menggantikan induknya, Garuda Indonesia, yang saat ini masih dalam proses restrukturisasi atas sejumlah kewajiban kepada para kreditornya.

''Citilink bukan saja lowcost carrier, tetapi saat ini adalah BUMN angkutan udara yang masih untung selama pandemi. Masuknya Citilink dalam holding sangat mendukung program kepariwisataan,'' ujar Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron disadur dari Suara.com, Senin (16/8/2021).

Selain keuangan Citilink yang sehat, katanya, masalah pertimbangan masuknya Citilink ke holding mengingat perusahaan ini merupakan anak usaha Garuda. Sementara Garuda belum masuk di tahap 1 holding karena dalam proses restrukturisasi kewajibannya.

Baca Juga: Komisaris Garuda Indonesia Ramai-ramai Mundur, Ekonom: Menuju Pailit

''Sisi lain Garuda sedang bermasalah dengan keuangannya, dan bisa saja menurut saya financial strategy, karena sisi lain Citilink sebagian besar kepemilikan diambil oleh Indonesia Aviation and Tourism Holding Co yang sumber anggaranya dari PMN. Sisi lain Garuda mendapatkan suntikan dana atas pengambilalihan saham tersebut,'' kata politikus Partai Demokrat ini.

Ia mengatakan, langkah ini merupakan cara Kementrian BUMN menyelamatkan Garuda.

''Pada saat ini, Garuda harus melakukan pengetatan, restrukturisasi utang, dan renegosiasi dengan para lessor, agar kedepan mampu memberikan kepercayaan kepada publik, karena garuda sebagai BUMN yang sudah IPO, jadi berat juga kalau mau diambil alih BUMN aviasi dan pariwisata dengan beban keuangan yang begitu berat,'' jelasnya.

Pertimbangan Citilink ke Holding BUMN

Sebelumnya, Wakil Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Edwin Hidayat Abdullah, yang juga Direktur Project Management Office (PMO) Holding BUMN Aviasi ini mengatakan pertimbangan masuknya Citilink ke holding mengingat perusahaan ini merupakan anak usaha Garuda.

Baca Juga: Erick Thohir Minta BUMN Sisihkan CSR Buat Anak Pegawai yang Meninggal Sebab Covid

"Citilink kan anak Garuda. Sementara Garuda belum masuk di tahap 1 holding karena dalam proses restrukturisasi kewajibannya," kata Edwin, Minggu (15/8).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait