facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kelompok Perampok Sadis Rumah Elit Gunakan Hasil Rampokkan Sebagai Modal Aksi Selanjutnya

Denada S Putri Minggu, 22 Agustus 2021 | 09:49 WIB

Kelompok Perampok Sadis Rumah Elit Gunakan Hasil Rampokkan Sebagai Modal Aksi Selanjutnya
Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Hariyanto (tengah) saat konferensi pers, Jumat (20/8/2021). [Presisi.co]

Dari penangkapan ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa jam tangan, tang, obeng, kamera, serta pisau yang digunakan pelaku untuk mengancam para korbannya.

SuaraKaltim.id - Lima pelaku perampokan di dua perumahan elit Balikpapan berhasil ditangkap oleh jajaran Ditreskrimsus Polda Kaltim, Selasa (17/8) lalu di Kepulauan Riau.

Kelimanya, beraksi di dua lokasi berbeda. Di Perumahan Regency pada 29 Juli 2021 dan di Perumahan Balikpapan Baru pada 31 Juli 2021. Dua kali beraksi, pelaku bahkan berani menyekap sang pemilik rumah.

"Dari dua TKP yang ada, para korban melapor ke Polresta Balikpapan, lalu dilakukan penyelidikan gabungan dan akhirnya mendapatkan satu orang pelaku. Yaitu inisial SD yang ditangkap tanggal 10 Agustus di Balikpapan. Dari situ kita bisa tindaklanjuti dan kita kembangkan, akhirnya ada 4 orang lainnya," jelas Wakapolda Kaltim, Brigjen Pol Hariyanto, disadur dari Presisi.co--Jaringan Suara.com, Minggu (22/8/2021).

Keempat pelaku lain berinisial ASD, JI, IS, ASA, lanjut Hariyanto, berhasil ditangkap di Provinsi Kepulauan Riau, tepatnya di Pulau Buluh. Nampak, di keempat kaki pelaku ada luka bekas tembakan karena mencoba untuk kabur.

Baca Juga: Hujan Deras, Kawasan di Balikpapan Ini Langganan Diserbu Banjir

"Sebelumnya pelaku mau ditangkap di Batam, tapi mereka kabur ke Pulau Buluh. Di situ mereka juga mencoba untuk (kembali) kabur," ujarnya.

Rupanya, kelima pelaku telah melakukan tindak pidana yang sama secara berulang. Bisa disebut, pelaku adalah spesialis curas lintas provinsi dan lintas negara.

Kelima pelaku setidaknya pernah beraksi di lima kota. Yakni di Surabaya, Kuningan, Barelang (Kepri) dan di Malaysia yaitu di Kuala Lumpur dua kali dan di Johor Baru.

"Nanti kita akan melakukan pengiriman surat melalui Interpol karena memang ada TKP di Malaysia," ungkapnya.

Dari penangkapan ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa jam tangan, tang, obeng, kamera, serta pisau yang digunakan pelaku untuk mengancam para korbannya.

Baca Juga: Diguyur Hujan dari Subuh, 6 Wilayah di Balikpapan Terendam Banjir

Hasil kejahatan yang didapatkan, disebutkan untuk kehidupan sehari-hari. Di sisi lain juga untuk biaya mengunjungi kota lainnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait