alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Imbas Banjir di Samarinda, Yayasan Ini Kehilangan 20 Sak Karung Beras Untuk Persediaan

Denada S Putri Senin, 30 Agustus 2021 | 14:15 WIB

Imbas Banjir di Samarinda, Yayasan Ini Kehilangan 20 Sak Karung Beras Untuk Persediaan
Kondisi Yayasan Baitul Walad setelah dilanda banjir. [Presisi.co]

"Itu ada yang satu karung berasnya isi 10 kilogram dan 25 kilogram."

SuaraKaltim.id - Hujan yang mengguyur Samarinda Minggu (29/8/2021) sore kemarin, menyebabkan beberapa titik wilayah mengalami banjir. Tak terkecuali, di Yayasan Baitul Walad Mustofa yang berada di Jalan Plamboyan nomor 79, RT 09, Kecamatan Loa Buah, Samarinda.

Pendiri sekaligus perintis yayasan, Zakiyah Ubudiyah menjelaskan, air mulai meluap saat maghrib menjelang, tepatnya pukul 18.15 Wita. Beberapa santri pun diharuskan mengungsi, lantaran asrama tahfidz putra dan putri itu terendam banjir mencapai sepaha orang dewasa.

"Saat ini yang kami butuhkan adalah sembako (makanan), selimut, bantal anak-anak usia sekolah, kasur, dan obat-obatan. Itu yang mendesak sekali, termasuk popok-popok bayi," ujarnya, dikutip dari Presisi.co--Jaringan Suaara.com, Senin (30/8/2021).

Tak hanya itu, usai diterjang banjir, dia menyebut hampir 20 sak karung beras sebagai persediaan stok makanan yayasan turut terendam. Walhasil, beras tak dapat digunakan kembali meski telah dijemur.

Baca Juga: Tercebur Gegara Panik, Tim SAR Gabungan Perluas Area Pencarian Solihin di Kali BKB

Dia menuturkan, stok beras tersebut ditaruh di dalam gudang penyimpan bahan makanan. Saat air beranjak tinggi, beras sudah kadung tak terselamatkan akibat air bah datang secara cepat.

"Itu ada yang satu karung berasnya isi 10 kilogram dan 25 kilogram. Para santri juga sedang salat tadi malam," ucapnya.

Dia menerangkan, dalam kondisi banjir, beberapa santri putra mengungsi ke masjid milik Pondok Pesantren Darul Fata, yang berada di seberang Yayasan Baitul Walad. Hal itu dilakukan karena sudah tak ada lagi ruang tempat bagi tempat tidur santri putra.

"Itu sekitar jam 10 malam. Kemudian jalan di depan yayasan itu arusnya deras, makanya hanya santri putra saja yang mengungsi," ungkapnya.

Sementara para santri putri, dan sekira 6 orang santri putra yang tengah sakit, diungsikan di depan ruangan bayi yang masih masuk kawasan Yayasan Baitul Walad.

Baca Juga: Evi Masamba Panik, Kampung Halamannya di Masamba Terendam Banjir

"Karena tempat asrama putra dan putri ketinggian air kurang lebih saja. Bahkan, 300 meter jalan sebelum yayasan dari arah jembatan, itu setinggi dada orang dewasa," lanjutnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait