alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ernest Prakasa Apresiasi Langkah KPI: Laporlah ke Netizen!

Denada S Putri Senin, 06 September 2021 | 15:53 WIB

Ernest Prakasa Apresiasi Langkah KPI: Laporlah ke Netizen!
Ernest Prakasa [Sumarni/Suara.com]

Dalam akun Twitternya, ia menuliskan update terbaru terkait kabar itu.

SuaraKaltim.id - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akhirnya meminta stasiun TV untuk menghentikan siaran glorifikasi Saipul Jamil. Terkait akan hal itu, komika Ernest Prakasa mengapresiasi langkah baik dari KPI tersebut.

Dalam akun Twitternya, ia menuliskan update terbaru terkait kabar itu. Dirinya juga memberikan emotikon jempol seolah memuji kinerja KPI.

"UPDATE: KPI sudah melarang mantan napi pencabulan untuk jadi bintang tamu TV. Saya apresiasi langkah yang baik ini," katanya dikutip Senin (6/9/2021).

Tangkapan layar. [Twitter/@ernestprakasa]
Tangkapan layar. [Twitter/@ernestprakasa]

Ia juga melanjutkan, dengan larangan tersebut, masyarakat bisa mengetahui kinerja KPI yang akhirnya muncul setelah masyarakat berbondong-bondong mengomentari kemunculan Saipul Jamil di salah satu stasiun televisi.

Baca Juga: Ernest Prakasa Puji KPI yang Minta Stasiun TV Setop Undang Saipul Jamil

"Enak kan jadi kerasa KPI ada gunanya, bukan cuma ngeburemin nenen tupai di pilem kartun," lanjutnya sembari memberikan emotion jempol diakhir kalimat.

Tangkapan layar. [Twitter/@ernestprakasa]
Tangkapan layar. [Twitter/@ernestprakasa]

Pemain film Susah Sinyal ini juga menanggapi komentar pengikutnya yang merasa resah. Lantaran, kejadian glorifikasi Saipul Jamil itu menimbulkan penolakan, hingga akhirnya viral, baru ditindak oleh KPI.

"Iya sih. Tapi mending mana dibanding udah viral kaga ditindak juga? Bersyukur aja lah," ucapnya, yang diakhir kalimat diberikan tanda emotikon tertawa.

Tangkapan layar. [Twitter/@ernestprakasa]
Tangkapan layar. [Twitter/@ernestprakasa]

Kemudian, bagi pria yang lahir 29 Januari 1982 di Jakarta itu justru bagus jika sebuah kasus mengalami viral terlebih dahulu baru ditindak.

"In a way, justru 'viral dulu baru ditindak' ini bagus. Jadi kita tau, kalo ada masalah, harus lapor ke mana. LAPORLAH KE NETIJEN!," tandasnya mengakhiri.

Baca Juga: Petisi Boikot Saipul Jamil Tembus 407.052, Hampir Setengah Juta

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait