facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Paman Sam Pilih Pfizer Sebagai Penguat, Apa Kabar Moderna?

Denada S Putri Senin, 06 September 2021 | 19:46 WIB

Paman Sam Pilih Pfizer Sebagai Penguat, Apa Kabar Moderna?
Petugas kesehatan menyiapkan vaksin Pfizer saat vaksinasi COVID-19. [ANTARA]

Dosis ketiga ini tetap dilakukan Pemerintahan Biden meski kritik tetap didapat dari WHO.

SuaraKaltim.id - Pemerintah negeri Paman Sam akan melakukan pemberian vaksin penguat alias dosis ketiga, meski hal tersebut mendapatkan kritik dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Melansir dari Suara.com, Dr Anthony Fauci, pakar penyakit menular terkemuka di AS, mengatakan vaksin Pfizer akan digunakan sebagai penguat. Namun terkait vaksin Moderna, ia menyebut masih akan membutuhkan waktu lebih lama.

Dalam acara Face The Nation yang disiarkan CBS, Fauci menjawab alasan Presiden Joe Biden untuk ngotot memberikan vaksin penguat kepada warganya.

Sementara Pfizer-BioNTech telah mengajukan data penting mengenai dosis penguat kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA), ujarnya, Moderna belum merampungkan proses tersebut.

Baca Juga: Indonesia Diklaim Terima 225,4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 dalam 50 Tahap

Dirinya berharap izin bisa diberikan terhadap kedua vaksin itu. Ketika vaksinasi dengan dosis penguat diluncurkan. Namun, jika proses Moderna belum selesai sebelum 20 September, dosis penguat Moderna akan diberikan kemudian.

Moderna dan FDA belum membalas surat elektronik untuk berkomentar. Melalaui pernyataan yang dirilis pada Rabu (1/9), Moderna menyatakan telah "berinisiatif mengajukan" data dosis penguat vaksin buatannya kepada FDA.

Bagaimana --atau bahkan apakah-- pemberian dosis penguat perlu diberikan muncul sebagai masalah yang pelik pada saat COVID-19 terus membunuh orang-orang di seluruh dunia yang tidak divaksin.

Pada Agustus, pemerintahan Biden mengumumkan otoritas akan menawarkan dosis penguat kepada warga Amerika mulai 20 September.

Pengumuman Biden itu mengambil alih proses yang biasanya diputuskan oleh FDA dan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC), kata beberapa mantan dan anggota aktif panel penasihat CDC dan ilmuwan FDA kepada Reuters.

Baca Juga: Sudah Vaksin COVID-19, Atlet Sumut Siap Berlaga di PON Papua

Para ilmuwan masih memperdebatkan tentang seberapa banyak imunitas bisa ditingkatkan oleh dosis penguat, juga apakah seluruh warga Amerika harus mendapatkan vaksin berikutnya, ketimbang mereka yang sangat berisiko mengalami penyakit parah.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait