Peneliti: Obesitas dan Asma Meningkat Pada Anak Karena Polusi Udara

Studi yang dilakukan Lung Care Foundation dan Pulmocare Research and Education merupakan studi pertama yang dilakukan di India.

Denada S Putri
Selasa, 07 September 2021 | 22:07 WIB
Peneliti: Obesitas dan Asma Meningkat Pada Anak Karena Polusi Udara
Ilustrasi Obesitas Pada Anak ( shutterstock )

SuaraKaltim.id - Para peneliti menemukan fakta terbaru bahwa paparan polusi udara yang sangat tinggi mampu membuat anak mengalami kegemukan atau obesitas. Dampaknya, para anak juga akan beresiko mengalami asma.

Penelitian itu menuturkan, anak yang obesitas memiliki peluang 79 persen lebih besar terkena asma. Kini, kasus itu paling tinggi di Delhi. Dimana wilayah itu mengalami kualitas udara yang buruk tiap tahunnya.

Melansir dari Suara.com, Selasa (7/9/2021). ada banyak penyebab kegemukan yang bisa terjadi pada ana. Namun, polusi udara di sekiar mampu menjadi salah satu faktor penting.

Studi yang dilakukan Lung Care Foundation dan Pulmocare Research and Education merupakan studi pertama yang dilakukan di India. Dimana dalam studi itu para peneliti menemukan hubungan antara para anak dengan berat badan berlebihan, kemudian asma dan polusi udara.

Baca Juga:Jenis Metode Penelitian, Selain Kualitatif dan Kuantitatif

Para peneliti ini sudah lama mempringatkan, kontak yang terlalu lama dengan udara kotor mampu menjadi penyebab penyakit pernapasan, terutama pada anak.

Lung Care Foundation juga mengamati, sebanyak 3.157 anak di 12 sekolah yang mereka pilih secara acak di Delhi, di kota Kottayam dan Mysuru di India selatan yang memiliki udara relatif lebih bersih.

Studi mereka menemukan bahwa jumlah anak-anak di Delhi yang kelebihan berat badan lebih banyak 39,8 persen dibandingkan dengan 16,4 persen anak-anak di Kottayam dan Mysuru.

Delhi merupakan salah satu kota yang udaranya paling tercemar. Tiap tahunnya, di wilayah tersebut polusi udara meningkat sekitar sembilan kali lipat dari standar udara aman bagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dr Sundeep Salvi, direktur Yayasan Penelitian dan Pendidikan Pulmocare (PURE) di kota barat Pune mengatakan, penelitian itu menegaskan penghirup udara yang tidak bersih bisa membuat anak-anak obesitas.

Baca Juga:7 Momen Edric Tjandra Momong Anak, Gemas dan Kompak saat Quality Time

Katanya, polutan di udara mengandung bahan kimia tertentu, yang biasa dikenal sebagai obesogen. Obesogen ini mampu mengubah metabolisme seseorang ketika menghirupnya.

"Ketika seseorang menghirup udara yang tercemar, obesogen ini masuk ke dalam tubuh dan mengacaukan sistem endokrin yang menyebabkan obesitas," katanya dikutip di hari yang sama.

Diakhir kalimatnya pun, baginya anak-anak sangat rentan karena asupan udara mereka lebih tinggi. Hal itu karena, para anak jauh lebih aktif daripada orang dewasa. Hal inilah yang membuat mereka lebih rentan menghirup polutan obesogenik ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini