"Kita berharap ini (penurnan kasus Covid-19 di Kaltim) menjadi angin segar bagi para pelaku usaha pariwisata, tetapi harus menerapkan prokes. dan harus mengurus CHSE. Jangan sampai hasil pencapaian penurunan Covid-19 ini, lonjakan kasus kembali naik gara-gara euphoria atas turunnya Covid-19 di Kaltim," pungkasnya.
Kontributor: Apriskian Tauda Parulian