Dukungan Masyarakat Samarinda Soal Penurunan Harga Swab Test PCR

Klinik di Samarinda menerapkan harga tes PCR sesuai dengan yang aturan Pemerintah. Jika ada klinik yang mematok harga lebih dari ketentuan, tindak tegas Diskes Kaltim menanti.

Denada S Putri
Kamis, 16 September 2021 | 12:25 WIB
Dukungan Masyarakat Samarinda Soal Penurunan Harga Swab Test PCR
Ilustrasi antigen swab PCR [Suara.com]

SuaraKaltim.id - Rona Ria Lianda (22) tiba dan duduk di sebuah klinik yang berada di Jalan Antasari, Kelurahan Karang Asam Ilir, Kecamatan Samarinda Ulu, untuk melakukan Swab test Polymerase Chain Reaction (PCR).

Pengalaman ini merupakan kali pertama wanita yang kerap disapa Rona itu melakukan Swab test PCR. Pasalnya, dia hendak berangkat ke luar kota untuk melakukan studi kuliah.

Setengah jam menunggu akhirnya, dia pun dipanggil untuk melakukan swab test PCR. Sempat ada ketakutan di dalam dirinya saat hendak melakukan PCR.

"Ini kali pertama sih test PCR, agak takut juga sih kan kalau yang saya dengar itu PCR itu dicucuk hidungnya," ungkapnya saat diwawancarai, Kamis (15/9/2021).

Baca Juga:Hits Health: Diet Atasi Loyo dan Disfungsi Ereksi, Covid-19 Menurun di Banyak Negara

Setelah dilakukannya test PCR, petugas klinik pun meminta Rona untuk menunggu hasil swab PCR selama 1 hari.

"Iya disuruh untuk menunggu satu hari sih hasil, kalau kata petugas klinik nanti akan dikirim hasil testnya melalui WhatsApp," katanya.

Disinggung mengenai harga PCR, dia mengatakan bahwa sekarang harga PCR kini sudah terjangkau. Dia menilai, harga PCR sebelumnya yang berada di angka Rp 900 ribu hingga Rp 1 juta sangat tidak masuk akal.

"Sangat senang sih, kan harga PCR sekarang ini harga sudah lebih murah ya dari yang kemaren. Kalau harga PCR kemaren Rp 900 ribu hampir sama saja kayak beli 2 tiket pesawat," jelasnya sambil tersenyum.

Hal senada, juga dikatakan oleh Evan (27) yang kesehariannya merupakan seorang pekerja swasta.

Baca Juga:Kemenkes Ungkap Skema Vaksin Dosis Ketiga Booster, Benarkah Berbayar?

Ia mengatakan dirinya sama sekali belum pernah melakukan swab test PCR. Disinggung apakah karena ada trauma tindakan medis, ia menuturkan tidak ada trauma, hanya saja belum ingin melakukan swab PCR, karena dirinya belum ada merasakan gelaja-gejala Covid-19.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini