alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Disidak Andi Harun, Jukir Liar di Pasar Pagi Samarinda Sembunyi di Bawah Pohon

Denada S Putri Selasa, 12 Oktober 2021 | 18:08 WIB

Disidak Andi Harun, Jukir Liar di Pasar Pagi Samarinda Sembunyi di Bawah Pohon
Situasi kepadatan lalu lintas di kawasan Pasar Pagi Samarinda. [Presisi.co]

"Saya lihat orang masih banyak parkir di depan barier."

SuaraKaltim.id - Oknum juru parkir (Jukir) liar yang beraksi di kawasan Pasar Pagi membuat kawasan padat pengendara tersebut kembali macet. Lantaran parkir kendaraan yang semrawutan, hingga ke badan jalan.

Hal tersebut diketahui langsung oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun, saat hendak menuju kegiatan vaksinasi bagi pekerja sektor wisata dan ekonomi kreatif di Big Mal Samarinda pada Senin (11/10/2021) kemarin.

"Saya lihat orang masih banyak parkir di depan barier. Saya suruh ajudan foto, saya sudah niatkan pulang vaksin saya langsung mampir," ungkap Andi Harun, dikutip dari Presisi.co--Jaringan Suara.com, Selasa (12/10/2021).

Untuk diketahui, Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda telah memasang barier seberat 500 kilogram di depan Pasar Pagi sebagai tanda larangan parkir. Namun, sejumlah oknum preman yang menyamar menjadi Jukir, membuat parkir di kawasan tersebut kembali semrawut.

Baca Juga: Pelaku Curanmor Hampir Tewas Dikeroyok Pemilik Motor, Kepala Robek, Ditemukan di Hutan

Dikatakan orang nomor satu di Samarinda itu, tak kurang dari 3 kali, jajaran Pemkot Samarinda menertibkan aktivitas jukir liar di kawasan tersebut. Katanya lagi, sebelum ini, aksi jukir liar ditertibkan dengan cara-cara persuasif. Namun, upaya tersebut tak berhasil.

Kedua, lanjutnya, larangan parkir dilakukan dengan memasang barier plastik. Pun cara tersebut tak berhasil. Hingga akhirnya, barier seberat 500 kilogram dipasang Dishub Samarinda. Namun, barier tersebut nekat diangkat jukir liat untuk kembali melakukan pekerjaannya.

"Ini di geser lagi. Tidak tahu pakai tenaga apa dia (jukir), padahal 1 barier itu beratnya 500 kilogram," sebutnya.

Ia membeberkan, inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukannya siang kemarin lantaran terdapat petugas pemerintah yang terkesan takut dengan jukir preman Pasar Pagi untuk penertiban.

"Saya sampai bilang mana premannya suruh keluar. Kalau preman itu menganggu kepentingan orang lain, itu preman picisan namanya. Masak aparatur negara takut sama preman," ujarnya.

Baca Juga: Senin Besok, 80 Sekolah di Samarinda Mulai Pembelajaran Tatap Muka

Akhirnya, dirinya memerintahkan preman tadi untuk mengangkut barier seberat 500 kg.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait